Memorable August In Korea

Nur Hamidatus Sa'adah
Karya Nur Hamidatus Sa'adah Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Februari 2018
Memorable August In Korea

 

Tahun 2015. Ya, tahun yang sangat berkesan sepanjang sejarah perkuliahanku. Mulai dari pengalaman berorganisasi, bersosialisasi, akademik hingga kompetisi. Salah satu yang paling berkesan yaitu ketika mengikuti kompetisi yang sama sekali tidak menyangka bisa goal kala itu. Adalah bisa menginjakkan kaki ke Negeri Ginseng dimana tidak sedikit orang sangat mengelu-elukan untuk bisa berkunjung kesana. Berawal dari empat orang mahasiswa, lebih tepatnya aku (Mida) bersama dua orang teman cewek (Dewi dan Bella) dan satu teman cowok (Odi), yang bergabung menjadi satu tim dalam salah satu ajang kompetisi yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan. Kami pun memilih kategori Teknologi sebagai identitas karya kami. Singkat cerita setelah penyeleksisan selang beberapa hari, kami mendapat pengumuman bahwa kami “Lolos” ke tahap presentasi. Secara otomatis kami harus ke Seoul. Jujur, saat itu rasa kaget, tidak menyangka, senang, haru, cemas, bingung sempat menyelimuti benak kami berempat. Bagaimana tidak, this all became the first time. Sempat ragu sesaat, namun entah karena keajaiban jalan yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, kami pun sepakat untuk berjuang. Yes. Seoul, we are coming!

Pada 5 Agustus 2015 kami memulai perjalanan dari Bandara Juanda, Surabaya. Haru rasanya melihat keluarga kami masing – masing yang melepas kami untuk terbang ke negeri orang. Penerbangan dari Surabaya pun rehat sejenak di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia. Saat itu kami tiba disana pada tengah malam. Sementara jam terbang kami selanjutnya yaitu pada pagi hari. Tentu kami harus merasakan nuansa bermalam di Bandara Malaysia tersebut, karena untuk keluar area itu tidak diperkenankan oleh pihak yang bertugas. Meski sebenarnya ingin rasanya untuk sejenak memejamkan mata, tapi rasa ingin tahu yang besar untuk menjelajah tempat itu mengalahkan segalanya. Masa bodoh kami akan memperoleh hadiah kantung mata karena kurang tidur. “Ahh, nanti juga bakal berpuas – puas tidur saat penerbangan ke Korea”, planning-nya.

Penerbangan berlangsung selama kurang lebih enam jam. Kami pun sampai di Incheon International Airport. Dan, kami pun bingung (lol). Hal pertama yang kami lakukan adalah membeli T-money supaya kami bisa berpindah ke satu tempat ke tempat lain via KRL. Setelah itu kami rehat sejenak, dan... Benar, kami lapar. Penyelamat andalan kala itu adalah Sosis, wkwk. Cukup ampuh membuat perut calm down. Selagi asik bersantap siang, terkejut kami melihat sepasang wajah yang serumpun. That’s right. Orang Indonesia. Senang rasanya menemukan saudara sebangsa dan setanah air di negeri orang. Kerennya lagi, mereka adalah mahasiswa se-universitas, dengan maksud dan tujuan yang sama, dan dengan perasaan yang sama gundah gulana kala itu. Icha yang seangkatan dengan kami dan Mas Huda yang satu tingkat di atas kami. Mereka satu tim. Jadi ada dua tim kala itu yang survive membawa nama harum Ibu Pertiwi. Kami pun segera menuju AREX KRL untuk bisa berisitirahat yang lebih nyaman di guesthouse kami (Kimchi Dongdaemun guest house).

Tanggal 6 Agustus 2015 menjadi hari pertama kami ber-enam untuk memulai misi yang sebenarnya. Bukan Hari H- nya, kami dan seluruh peserta dari berbagai negara untuk mempersiapkan stand gelar karya. Tempatnya di SETEC, Seoul. Cukup menempuh kurang lebih 20 menit dari guesthouse dengan naik KRL. Tentu kami tidak secepat dan semahir itu menemukan suatu lokasi, berbekal selembar peta jalur KRL yang didapat dari Bandara, kami putar otak untuk diskusi menemukan mufakat yaitu keberadaan suatu tempat tujuan. Itu menjadi ritual pertama sebelum kami berangkat. Karena tidak ada jasa tour guide dari pihak pelaksana acara, So, we must be independent for this.

Here we go!. Tanggal 7 Agustus 2015 adalah hari H kami untuk menyuarakan karya kami dalam kompetisi bergengsi kala itu. Semua peserta terlihat keren dengan exhibition masing – masing. Satu per satu juri datang ke tempat kami. Dan kami pun secara mengalir melayani dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Rasa nervous di awal berganti dengan perasaan nyaman dan exited. Tak terasa sudah hampir sore. Acara untuk hari itu akhirnya selesai, dilanjut untuk hari esok dimana pengumuman pemberian penghargaan disampaikan. Sepulang dari sana, panitia membelokkan langkah kami menuju tempat lain untuk makan siang. D'maris Premier Buffet Restaurant. Nama yang keren dan sesuai ekspektasi ketika memasukinya. Makanan minuman elit disuguhkan. Gratis tentunya. Kami pun harus cermat untuk memilih menu yang Halal, tentu karena kami muslim. Setelah perut dimanjakan, kami berenam tak langsung balik ke guesthouse. Selagi menghabiskan waktu sore kala itu, kami jalan – jalan ke tempat iconic di Seoul. Pilihan jatuh ke Seoul Namsan Traditional Theater dan Namsan Geoul. Nuansa seperti di Drama Korea pada masa kerajaan Joseon melekat disana. Keren.

This is it. Hari yang mendebarkan tiba. Pengumuman penghargaan di tanggal 8 Agustus 2015. Semua peserta dikumpulkan di aula SETEC. Kami semua disuguhkan dengan beberapa pertunjukkan khas Korea sebagai pembuka. Silih berganti acara terlewati, akhirnya sampailah pada acara puncak. Kami merasakan hawa dingin. Dag dig dug. And... Finally, We got it, team! Syukur Alhamdulillah kami mendapat Gold Medal untu kategori karya kami. Tim Icha pun mendapat pengharagaan serupa untuk kategori mereka. Great moment ever. Setelah mengabadikan momen bersejarah itu, kami pun berkemas dan meinggalkan ruangan tersebut. Masih dalam suasana suka cita, kami pun melanjutkan jelajah Seoul setelah tidak lama tiba di guesthouse. Destinasi yang kami pilih diantaranya Statue of Sejong the Great (patung king sejong), Gyeongbokgung Palace, Seoul National University of Education, Myeongdong shopping street, Seoul Central Mosque, Gangnam Street, Sungai Han (Han River) dan yang paling iconic one, pastinya ke Namsan Seoul Tower. Hari yang sangat memorable. Sengaja kami targetkan ke banyak tempat karena besoknya kami ada jadwal flight pulang. So sad, but It’s Okay. Setelah membeli buah tangan, kami pun balik ke guesthouse dan packing. Esoknya, tanggal 9 Agustus 2015 kami menuju ke Incheon International Airport lagi untuk kembali pulang ke Tanah Air. Sekian.

 

  • view 37