Tentang Senja (Teruntuk Langit)

Nugroho Tri Wibowo
Karya Nugroho Tri Wibowo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Maret 2018
Tentang Senja (Teruntuk Langit)

“Yuk kenapa kamu suka Senja ?” 
Pertanyaan  singkat  dari temanku membuatku kembali menghayal  akan senja...

Anggap saja kita sedang menikmati Senja tepat dimana waktu menunjukan sore hari, ditepian pantai, memandang laut yang sudah men-Jingga, permukaan air yang sudah tidak lagi malu berciuman dengan mentari sore,  suara ombak yang menggulung tak beraturan, tanpa ditemani seorang-pun di sisimu.

”Orang bilang Senja itu indah... Ya menurutku Senja memang indah.
Di sisi lain senja berarti Pengorbanan, 
Senja berarti Tujuan,
Senja berarti Pencapaian,
Senja berarti Kemenangan.

Bayangkan Nu, kalo Fajar tadi pagi itu kita anggap sebuah Awal, Harapan dan Pengharapan, dia sunyi, dia sejuk,
tapi pengorbanan sepanjang hari, letih dan segala macam ‘Keegoisan’ waktu.
Senja yang menyambut, Senja yang menerima sebuah keadaan dimana dia mengingatkan orang dengan ikhlas  untuk berhenti sejenak dalam lelap” Jawabku panjang.

“Kamu nyaman kalo liat Senja?” 

“Tau ga kenapa senja itu menyenangkan?
Kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap berduka.
Tapi langit? Selalu menerima senja apa adanya. Kamu paham?” Jawabku lanjut.

Dan Senja selalu punya alasan untuk selalu indah untuk orang yang bisa menghargai hidup.
Dan demi alasan yang sama untuk harapan yang tersisa...












Surabaya, 6 Maret 2018 - Tentang Senja (Teruntuk Langit).

  • view 175