Menunggu

Nugroho Tri Wibowo
Karya Nugroho Tri Wibowo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Oktober 2017
Menunggu

Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu

Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu...

Suara merdu musisi jaman dulu, yang terdengar lirih dari earphone lelaki yang kurang dari seperempat abad itu, menemani tuntunan langkah kaki di tepi pantai yang belum juga kering setelah seharian terguyur oleh hujan. Senja saat itu nyaman, dingin hingga ke tulang. Terlihat dengan jelas Matahari yang tidak lagi malu mengecupkan bibirnya pada kening laut. Indah suasana sore itu mampu menenangkan suasana hati laki-laki yang sedang mungkin tidak baik.

Disisi lain senja bermakna bahagia, senja adalah bagian dari perpisahan yang manis juga dramatis, meski sebenarnya perpisahan tetap memisahkan.

Tetapi tidak selalu tentang senja, ternyata pagi juga punya bahagia, bayangkan mentari pagi sedang jatuh cinta, pagi adalah awal dari segala bahagia, dari mentari terbit hingga menutup mata di akhir senja yang indah.


                                        ????


Menunggu sering dideskripsikan sebagai kegiatan yang membosankan, karena seringkali ketika menunggu akan ada kecemasan tertentu. Menanti tidak pernah dipandang sebagai kegiatan yang menyenangkan, malah sering diumpat-umpat, apalagi jika seseorang yang sedang dinanti terlambat atau tidak memberikan kepastian. Penantian akan selalu dilihat seperti itu oleh hampir semua orang, hanya karena orang itu lelah berdiam sendirian di suatu tempat dan waktu yang terasa sangat lama berjalan ketika sedang menunggu. Ya, kesepianlah yang membuat manusia berani menghakimi menunggu sebagai hal yang membosankan. Kesepianlah yang menjadikan penantian terlihat begitu menyedihkan. Padahal, jika kita bisa mengesampingkan kesepian itu, maka kita akan mampu meresapi lagi makna dari sebuah penantian. Dan penantian bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Penantian yang tidak kunjung usai, bukanlah sesuatu yang sia-sia. Percayalah penantian ini tidak akan berlangsung selamanya. Bahwa apa yang sedang kamu doakan dan tunggu pasti ada hasilnya. Lalu, kamu akan pelan-pelan bisa mengerti dan terbiasa pada keadaan itu. Dan di saat itulah kesabaranmu akan berakhir pada perasaan ikhlas. Dan bisa jadi, ketika kamu sudah benar-benar mengenal kesabaran dan keikhlasan, barulah Tuhan akan memberikan apa yang selama ini kamu tunggu. Percayalah menunggu tidak ada yang sia-sia. Jika yang kamu tunggu itu benar adanya.


                                        ????


Kamu, tidak perlu terburu-buru untuk pulang, tidak perlu tergesa-gesa untuk kembali,
selesaikan saja semua dengan baik, tenang saja meski terlambat, meski melambat,
menunggu kamu pulang tetap menyenangkan.

Iya, memang bohong jika aku bilang tidak pernah lelah, aku pernah lelah, aku pernah akan melepas, namun semesta mengingatkan, lalu semesta menguatkan.

Karena sebenarnya hati yang dipaksakan untuk pindah, hanya akan membuat hati itu patah lebih parah. Usaha itu, tentang bagaimana segala sesuatu yang pernah dimiliki harus tersimpan rapih dalam penantian. Kenangan dengan-nya yang tidak perlu dibuang dengan terburu-buru, biarkan ia tenggelam di hati hingga ditemukan oleh kisah baru kembali, atau biarkan kenangan tetap disana. Hingga rasa siap dalam diri hadir untuk memulai kisah baru dalam penantian denganmu.

Setelah lama menunggu ada hal-hal yang justru tidak terlihat, tetapi ia begitu nyata. Ada kemungkinan kisah baru selepas kehilangan akan datang entah itu lebih indah, atau bahkan lebih buruk. Tunggulah... Cinta itu akan datang ketika hati telah hancur sekalipun, memang menunggu selalu selucu ini.

Ya inilah menunggu.

Menunggu... menunggu hingga hal buruk sekalipun pada hati terjadi.
Menunggu... menunggu hingga hal bahagia sekalipun pada hati terjadi.
Menunggu... menunggu hingga hal tak terduga sekalipun pada hati terjadi.

Pada akhirnnya cintalah yang akan datang menghampiri.
Akan ada masanya, kita menikmati rindu bersama. Bersabarlah dalam menunggu.














Surabaya. 8 Oktober 2017. Menunggu - Nugroho tri wibowo


Tunggulah hingga datang seseorang yang peduli pada jatuh hatimu, jika dia untukmu, dia akan didatangkan dengan cara apapun. Jangan bermain soal hati, karena hati bukan untuk permainan, atau hatimu akan terluka lebih parah...
Semoga cinta tidak selalu berakhir dengan luka.