Cerita yang telah usai

Nugroho Tri Wibowo
Karya Nugroho Tri Wibowo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Juli 2017
Cerita yang telah usai

"Kenangan adalah sesuatu yang terkadang menjelma jadi pisau, menusuk jantung paling dalam. Namun, tak jarang adalah hal yang mendatangkan rindu dikala hujan dan senja. Selalu ada pelajaran atas segala perasaan, meski terkadang tak tersampaikan” ~ BC

Cerita kita kini sudah berbeda. Kau dan aku seperti dua insan yang tak saling mengenal, tak lagi saling menyapa. Suatu hal yang tak pernah lagi menjadikanmu seseorang untuk berbagi cerita, tak lagi menjadikanmu orang yang pertama kali kuingat ketika ku terbangun dari tidur, tak lagi menjadikanmu seseorang yang pertama kali ku ucapkan ‘selamat pagi sayang’.

Jika pada akhirnya kamu menamai diri sebagai kehilangan? Mengapa dulu kau mengajarkanku sebuah kenyamanan?
Ntah siapa sebenarnya yang harus disalahkan dalam kisah ini.

Kini kau dan aku terpisah jarak dan waktu. Ntah dari mana dimulainya. Kau tiba-tiba tanpa kabar, kau tiba-tiba saja menghilang, pergi tanpa mengucapkan kata pisah. Aku mencoba memahami kenyataan ini.
Taukah kau jika perpisahan terpedih adalah perpisahan kisah yang berakhir tanpa kata.

Ya... Rasanya baru kemarin kita tertawa bahagia, berbagi cerita dan canda bersama. Namun, kau menghilang tanpa sebab dari hidupku tanpa penjelasan yang membuatku terus bertanya.
Sakit ini, luka ini, rindu ini, selalu pertanyaan ini yang membuatku bertanya lebih dari pertanyaan biasa pada diri.

Aku sadar meski tak akan ada kata rela.
Bahkan ketika dua orang yang awalnya sepakat untuk saling mempertahankan pun bisa saja pada akhirnya saling melepaskan.
Seperti halnya yang dulu pernah kubilang bahwa aku takkan berhenti memikirkan dan mencintaimu. Nyatanya sekarang aku tak melakukan itu, tak adalagi kata-kata galau untukmu, tak ada lagi kesedihan karena mengenangmu.
Aku dan kau telah usai
Aku ingin bahagia meski bukan denganmu yang tidak bersedia.
Sudah saatnya aku naik level kekehidupan selanjutnya. Tak ada lagi ruang tentang kita. Barangkali kau diluar sana sudah memiliki seseorang yang baru atau mungkin yang lama dalam hidupmu kembali dengan nyamannya.
Jadi betapa menyedihkannya jika aku disini masih meratapi kepergianmu.
Sekali lagi terima kasih karena kau pernah menjadi hal terindah dalam hidup.

Cukup sudah!
Pada akhirnya semua telah berlalu. Bagaimanapun kita telah melewati ini. Biarlah ini menjadi kisah dipojok kenangan yang suatu hari nanti akan kita lupakan atau bahkan akan menjadi sebatas kenangan yang dirindu. Yang terjadi telah terjadi. Tidak ada yang bisa disalahkan kalau nyatanya dulu kita pernah sepakat untuk saling menyatukan. Bagaimanapun, dimasalalu aku pernah kau sebut sayang dan begitupun juga kamu pernah menyemangatkanku untuk berjuang meraih mimpiku. Namun sudahlah....

Meski jalan kita berbeda, kaulah senja bagi rinduku, hingga waktu peluka kita, akulah yang tak kau anggap.
Kabarmu yang dekat kata resah juga tak berhenti di akhir senja, tapi ah aku harus tetap melangkah tanpa engkau di sebelah,
Terimakasih putri kini senjaku tak seindah senyummu.

Ada bagian-bagian yang suatu saat kita rindukan, mungkin saja kenangan atau sekeping hati yang telah dibawa pergi orang yang kita sayangi.
Mungkinkah kamu mendengar apa yang tak terucap ?
Mungkinkah kamu melihat apa yang tak terlihat?
Jika kerinduanku kepadamu terucap oleh doa, apakah sampai kepada mu? 
Tenang saja aku tidak meminta kamu untuk menjawab sekarang...
Tetapi jika memang dapat merasakan hal itu, hadirlah walaupun hanya dalam sebuah mimpi.












Jakarta, 20 Juli 2017 - Cerita yang telah usai ( Nugroho tri wibowo )

*Cerita cinta, namun bukan cinta yang bahagia. ~ Terinspirasi dari cerita Boy candra.

  • view 125