Suatu hari di bulan April

Nugroho Tri Wibowo
Karya Nugroho Tri Wibowo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Mei 2017
Suatu hari di bulan April

Pertemuan.....

Bertemu dengan yang asing dan yang tak lagi asing, bertemu dengan yang diinginkan dan yang tak diinginkan. Tak peduli, walaupun sebenarnya kita lebih memilih bertemu ia daripada dia.

Pernahkah, kita menghayati arti sebuah pertemuan? Pernahkah, diri kita mensyukuri terjadinya sebuah pertemuan? Atau justru kita tergesa-gesa menyesali apa yang telah terjadi. Mengapa tidak dari dulu kita bertemu dengan dia? atau bahkan mengapa kita harus mengalami pertemuan ini? 


Percayalah. Pertemuan yang terjadi kemarin, hari ini atau nanti itu semua telah diatur. Seperti suatu hari di bulan april itu.

Bahkan mungkin, ada orang-orang yang masih disimpan untuk dipertemukan dengan kita, suatu saat nanti. Meskipun, orang-orang itu saat ini berada di sekitar kita. Mereka yang kelak akan kita kenal jika sudah tiba waktunya. Walau sangat mungkin saat ini kita bertemu dengannya.

Begitupun sebaliknya. Saat ini kita dipertemukan dengan orang-orang yang membuat hati kita memiliki harapan.
Harapan semoga pertemuan ini selalu terulang, harapan semoga dialah yang mengisi hari-hari kita di masa depan, harapan semoga Sang Pemilik Takdir benar-benar mengabulkan.

Boleh jadi orang-orang yang memberikan kita harapan hanya mampir saja.
Boleh jadi orang-orang ini adalah ujian bagi hati kita. Hati yang tak boleh terlalu berharap kepada selain Tuhan yang maha segalanya.
Boleh jadi kehadirannya dalam perjalanan hidup yang singkat ini adalah untuk memperbaiki diri kita.
Orang-orang ini tentu saja orang-orang baik yang hadir dalam hidup kita. Pada awalnya mereka tak selalu hadir di tempat atau momen yang kita inginkan.
Kita mungkin juga tak bertemu di momen-momen saat kita mengalami kebahagiaan. Justru, mungkin kita bertemu saat kita mengalami kesusahan. Semua kejadian itu membuat kita mengerti betapa istimewanya sebuah pertemuan.
Ya suatu hari di bulan april.

Kalaupun ada perpisahan, itupun juga atas nama takdir. Perpisahan tak selalu harus diwarnai dengan penyesalan.
Paling tidak, kita bisa memaknai betapa indahnya sebuah pertemuan atas terjadinya sebuah perpisahan. Kalaupun ternyata harapan kita pupus di tengah jalan, bukankah masih ada pertemuan yang lain? Bukankah Dia masih menyimpan orang-orang yang kembali akan dipertemukan?

Karena selalu ada alasan di balik sebuah pertemuan. Bersyukurlah bagi kita yang telah menemukan alasan itu....

 

 


Jakarta, 5 Mei 2017. Suatu hari di bulan April ( Pertemuan ) - Nugroho tri wibowo

  • view 72