Apa ini yang disebut cinta ?

Nugroho Tri Wibowo
Karya Nugroho Tri Wibowo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Februari 2017
Apa ini yang disebut cinta ?

Setiap orang akan kembali jatuh, jatuh pada cinta yang baru. Jatuh pada alasan mencintai yang baru, alasan yang sama yang digunakan untuk meninggalkan. Juga alasan yang sama yang digunakan untuk kembali di permulaan sebuah awal. Alasan yang selalu kita dengar, sebuah kata yang selalu menjadi sebab suatu perpisahan “terlalu baik”.

Tiap kita akan jatuh cinta pada kebaikan seseorang, lalu karena alasan itu juga kita akan kembali meninggalkan, memilih pergi. Lalu saling menyakiti dengan alasan yang terlalu di buat-buat.
Kadang ada banyak pertanyaan yang timbul, kenapa dua orang yang saling menyukai harus saling menyakiti? Kenapa dua orang yang saling mencintai harus berpisah dengan alasan yang terlalu di buat-buat.

Katanya, bukan jodoh makanya dipisahkan.
Katanya, jodohnya cuma sampai disini, makanya harus berpisah. Ah selalu alasan klasik yang selalu menjadi alasan.

Tidakkah jodoh atau tidak berjodoh adalah atas upaya kita? Berjodoh atau tidak berjodoh bukankah karena usaha kita? Bukankah Tuhan hanya membantu melalui sejauh mana kita mengusahakannya? Sejauh mana upaya kita agar kita bisa berjodoh.

Atau mungkin asumsiku yang salah selama ini? Sebab, ada saja yang mengatakan bahwa, sebanyak apapun kita mengusahakan jika memang tidak di takdirkan bersama maka tidak akan bersama. Apa mungkin kita belum mengusahakan sebanyak ucapan kita tentang berusaha?

Lalu tentang melupakan. Apa jatuh cinta se-bercanda itu? Kita mencintai lalu karena alasan sepele, karena alasan kekurangan yang seharusnya bisa kita lengkapi justru menjadi alasan untuk meninggalkan rumah yang telah sekuat tenaga berusaha memberikan rasa nyaman. Jika mencintai memang se-ber-canda itu rasanya tidak perlu jatuh cinta lagi.

Ah… mungkin pikiranku terlalu naif, sebab selalu percaya tentang, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Atau karena aku yang mencintai sendiri jadi begitu menyalahkan pada kemampuan seseorang untuk jatuh cinta kembali, hingga lupa bahwa benar manusia bisa kembali jatuh pada cinta yang baru.

Mungkin benar, hanya aku yang masih percaya bahwa jatuh pada cinta yang baru adalah hal yang sulit. Dan mengupayakan untuk berjodoh pada cinta yang sama adalah hal yang mustahil, apalagi jika hanya mengupayakan sendiri. Jatuh cinta memang selalu se-lucu ini.



Jakarta, 8 Februari 2017. Apa ini yang disebut cinta ? - Nugroho tri wibowo


  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    9 bulan yang lalu.
    Segala sesuatu tergantung sudut pandangnya .....
    Ketika kau berusaha sekuat tenaga agar berjodoh dengan seseorang, namun di saat yang sama tidak ada timbal baliknya,
    meski kau paksakan, tidak akan bisa merubah kenyataan,
    Di titik itulah kau harus berhenti. Dan mulai mempertimbangkan, bahwa hal itu adalah jalan yang ditakdirkan Tuhan, bahwa bukan dia yang Tuhan ciptakan untukmu, ada orang lain di sana, yang sedang menunggu untuk kau temukan, yang akan menemukanmu ...
    Tuhan selalu punya cara untuk menyampaikan maksudnya ...