Menuju Senja

Nugroho Tri Wibowo
Karya Nugroho Tri Wibowo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Desember 2016
Menuju Senja

Harum mawar di taman menusuk hingga ke dalam sukma yang menjadi tumpuan rindu, cinta bersama di sore itu menuju senja bersama.

Diantara senyum yang menapaki jejak kenangan di sore yang gelap ditutupi awan.

Bersama setangkup bunga, cerita ada yang mati saat itu dalam kerinduaan...

Menuju senja...

Jingga berkata, Senja itu pintar, datang ketika rindu benar-benar rindu. Sama seperti halnya aku, kamu dan senja. Setelah sekian lama rasa ini kau abaikan, setelah sekian senja yang kulalui menanti datangnya keindahan. Pada akhirnya senja memberi jawaban tentang apa akhir dari penantian. Kau tahu bukan? Setiap senja datang menggantikan sinar, aku selalu menunggumu.

Menunggu akan kehangatan. 

Menunggu akan kepastian.

 Aku selalu bertanya-tanya. Haruskah aku bertahan? Atau haruskah aku melepaskan? Tapi aku selalu percaya, senja tidak pernah lupa akan keramahan indah sinarnya.

Indah senja ini bukan tanpa pengorbanan, perlahan mentari berjalan dari ufuk timur menuju barat, sampai akhirnya senja menutup salam hari ini, Indah bukan.

Senja kali ini berbeda dari biasanya, lebih cantik dan lebih nyaman. Emm.. Atau mungkin karena kau berada tepat disampingku? Senja kali ini berbeda, ada cerita dibalik hembus angin jingga. Aku sungguh menikmati senja sore ini, senyum ikhlas hingga tertawa lepas saat ini. 

Entahlah kenapa aku begitu bahagia di senja kali ini. Senja di akhir bulan Desember, senja menuju tahun yang baru, akhir dari senja di tahun ini dan itu aku titipkan salam rindu ini untukmu. 

 

Gelap akan menggantikan sinarmu. Ada yang sempat tersampaikan darimu. Ada sesuatu yang ingin kau sampaikan. Ada sesuatu yang membuatku benar-benar terdiam membisu. 

 

Saat ini senja menjadi saksi. Pada akhirnya, senja memberi jawaban atas apa akhir dari penantian. Dia datang kali ini dengan memberi jawaban. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan selama ini, tidak aku, tidak juga kita.

Kelak yang pekat bukan lagi malam. Sepahit apa melepas terik cahaya dibibir senja. Itu daun yang dihembus angin tak lagi seperti dulu.

Ketika esok terbangun, semua tak lagi sama.

Tidak aku

Tidak kamu

Tidak kita

 

Menuju senja

 

 

Jakarta 31 Desember 2016. Menuju Senja ( Nugroho Tri Wibowo – Refa Asih Rismayanti )

Selamat jalan prestasi, selamat datang harapan.

  • view 402