Gagal

Ika Novrianti
Karya Ika Novrianti Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 03 Februari 2018
Gagal

Berawal dari aku menjadi mahasiswa baru di sebah universitas negeri di Yogyakarta. Aku mengenal laki laki itu secara perlahan lahan. Awalnya ngga ada sedikitpun buat aku punya rasa suka atau menyimpan rasa pada kakak tingkatku itu. Ia hanya seperti teman bagiku. Singkat cerita kami saling memiliki rasa. Suda sering bersama, menghabiskan waktu bersama. Makin kesini sifat dia berbeda beda. Kadang menjadi seorang yang sangat perduli, egois, sangat egois, sabodo teuing. Ya, sifatnya acap kali berubah ubah. Moodyan. Begitulah orangya. Satu hal yang tidak bisa membuat kami bersatu adalah, Agama. Kami memiliki perbedaann keyakinan. Dia Katholik dan aku Islam. Mustahil bagi kami untuk bersatu dan tidak akan ada garis yang akan menunjukkan bahwa kami bisa bersatu. Tidak akan ada yang  mau berpindah keyakinan. Seperti apa yang sudah sering ia katakan 'ngga mungkin aku melepaskan keyakinan yang sudah aku bangun selama 20 tahun ini' . Ya, itu tidak mudah. Pemahaman orang berbeda-beda. Pola pikir orang berbeda beda. Hubungan kami tidak akan pernah bisa lancar. 
Suatu waktu, mama dia mengetahui perihal kedekatanku dengannya. Berawal dari mantan pacar lelaki itu yang menceritakan pada mamanya. Pengadu. Seperti dalam sinetron saja. 

Aku mau sedikit cerita tentang kenapa laki laki ini putus dengan mantannya. Padahal mereka sudah sangat klep dan memiliki kesamaan keyakinan. Katholik. 
Si perempuan itu memiliki cita-cita untuk menjadi seorang suster a.k.a biarawati. Otomatis ia harus melepaskan pacarnya. Padahal ibu dari perempuan ini melarangnya. Alasannya adalah, ayahnya sudah meninggal. Setauku pada tahun 2013. Dia adalah anak tunggal. Tentu saja tidak akan ada yang meneruskan keturunan mereka jika si perempuan ini menjadi suster. So ya, dia tetap teguh pada pendiriannya.
Aku paham si laki laki pasti sangat terpukul dengan keputusan mantannya itu. Kecewa sudah pasti dirasakan. 

Kembali pada diriku sendiri, aku sudah memutuskan untuk tidak lagi bersama dengan kakak tingkatku ini. Banyak juga alasan lain selain agama. Aku memutuskan kontak dengannya tanpa ia ketahui. Mungkin sekarang dia sudah tau. Aku bukan membenci. Akan tetapi logikaku yang mengambil keputusan saat ini. Jika hati, tentu saja aku harus merasakan yang namanya tergores berkali kali. Lagi dan lagi.
Ini cuma cerita singkatnya sih.
Dari pengalaman hidupku, ngga selamanya apa yang kita mau dan cintai bisa kita dapat dan miliki. Semua pasti ada pro dan kontranya. Ada S&K nya. 
Tetap semangat menjalani hidup. Jangan sia siakan hidup kita yang hanya diberikan sekali. Boleh sedih, tapi jangan sampai menyerah. Tetap melangkah maju, lihatlah jauh di depan sana ada tujuan yang ingin kau tuju tentu saja masih suci. Jangan kamu hancurkan dengan melakukan hal yang bisa merusaknya. Jika kau jatuh, bangunlah lagi. Pelan-pelan. Jika kau lelah istirahatlah. Tapi yang harus kamu tanamkan daalam dirimu dan harus kau ingat, jangan ada sediktpun langkah kakimu menginjak kembali jejak yang sudah kau buat dan lewati.

Nvrianti,

03 Feb 18, Yogyakarta

  • view 32