Buku Media Mendongeng untuk Anak-anak

Novita Rully
Karya Novita Rully Kategori Inspiratif
dipublikasikan 21 Juni 2016
Buku Media Mendongeng untuk Anak-anak

Orang tua menjadi poin penting untuk mendidik anak-anaknya. Namun, orang tua memiliki kesibukan bekerja yang menjadi salah satu alasan kurangnya waktu untuk anak-anaknya. Anak-anak menginginkan orangtuanya meluangkan waktu untuk membacakan cerita sebelum mereka tidur, terutama oleh sang ibu. Salah satu cara terbaik untuk meluangkan waktu bagi anak-anak adalah melalui mendongeng, kesannya sederhana tetapi dapat berdampak positif terhadap anak-anak. Sampai saat ini kegiatan mendongeng sudah banyak ditinggalkan oleh para orangtua, karena dianggap merepotkan dan membuat mereka semakin lelah setelah seharian bekerja. Padahal sebenarnya mendongeng bisa mengeratkan hubungan ibu dan anak dan mengembangkan kemampuan otak anak.

Media Mendongeng bisa dengan cara membaca buku cerita anak. Karena, buku adalah sumber pengetahuan, seperti semboyan “buku jendela ilmu” dan “baca buku, buka dunia”. Dengan membaca buku, kita akan memperoleh ilmu pengetahuan dan informasi yang luas. Oleh sebab itu, membaca adalah jalan atau jembatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan/informasi. Jadi, usaha peningkatkan minat baca  lewat media mendongeng. Perkenalkan buku sedini mungkin kepada anak-anak, ceritakan isi buku kepada anak-anak jika mereka belum bisa membaca. Namun, ketika anak bisa membaca biarkan mereka menemukan isi ceritanya dan mengetahui apa pesan moral dalam cerita tersebut sehingga bisa diadaptasi untuk kesehariannya. Saat ini, buku anak-anak terbitan terbaru sangat menarik dengan gambar yang kreatif dan berwarna-warni sehingga anak-anak dapat lebih akrab dan tertarik. 
Walaupun, dongeng identik dengan anak-anak. Sejak jaman dulu, anak-anak sudah menyukai dongeng. Dongeng, seperti misalnya dongeng Si Kancil, Si Jubah Merah, Bawang Merah - Bawang Putih, dan sebagainya, sejak dulu selalu membawa pesan yang begitu menyentuh, sehingga membentuk sang pembaca untuk berperilaku baik. Lebih dari itu, mungkin terpesona suara ibu atau ayah saat mendongeng malam-malam sebelum tidur.
Begitu pula dengan bayi atau balita saat ini. Dari dongeng, ada banyak manfaat yang bisa diambil, antara lain:
  1. Meningkatkan keterampilan bicara anak, karena bayi atau balita akan kenal banyak kosa kata.
  2. Mengembangkan kemampuan berbahasa anak, dengan mendengarkan struktur kalimat.
  3. Meningkatkan minat baca.
  4. Mengembangkan keterampilan berpikir (imajinasi anak)
  5. Meningkatkan keterampilan problem solving.
  6. Merangsang imajinasi dan kreativitas.
  7. Mengembangkan emosional.
  8. Memperkenalkan nilai-nilai moral.
  9. Memperkenalkan ide-ide baru.
  10. Mengalami budaya lain.
  11. Relaksasi.
  12. Mempererat ikatan emosi dengan orang tua.
  13. Membentuk anak yang mampu berempati
Secara tak langsung, anak-anak yang memiliki ketertarikan pada dongeng akan memiliki rasa penasaran yang lebih tinggi. Cara yang paling mudah untuk mendongeng adalah dengan membacakan buku cerita kepada mereka. Ketika tertarik pada dongeng, mereka menjadi lebih tertarik pada buku-buku cerita bergambar. Dengan sendirinya, minat baca mereka juga meningkat. Stimulasi melalui dongeng akan mampu merangsang kepekaan anak usia 3-7 tahun terhadap berbagai situasi sosial. Mereka akan belajar untuk lebih berempati pada lingkungan sekitarnya. Stimulasi akan lebih baik jika dilakukan dengan merangsang indera pendengaran dibandingkan visual. Stimulasi visual melalui televisi atau game memang akan merangsang kepandaian visual, namun tidak akan merangsang kepekaan perasaan dan empati anak. Dengan pendengaran, dan cerita-cerita yang mendidik, anak akan lebih mudah menyerap nilai-nilai positif dan berempati dengan orang lain.Nah, dengan segudang manfaat dongeng, tentunya Anda tidak ragu lagi kan mendongeng untuk anak-anak Anda? Apa dongeng favoritnya?

Dilihat 194