Selamat Hari Guru, Digugu lan Ditiru

Novita Rully
Karya Novita Rully Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Juni 2016
Selamat Hari Guru, Digugu lan Ditiru

  Setiap tanggal 25 November 2015, Bangsa Indonesia memperingati sebagai Hari Guru Nasional. Guru adalah profesi yang sangat mulia. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”. Semua Guru mencurahan perhatian dan tenaganya untuk putra-putri didiknya. Bukan hanya mengajarkan materi sekolah tetapi menjadi seorang Guru juga menjadi panutan seperti orang Jawa mengatakan bahwa Guru digugu lan ditiru.
Semua guru mencurahkan semua untuk anak didik mereka dengan ikhlas. Seperti yang digambarkan dalam sebuah ilustrasi dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional bahwa mata, bibir, tangan, kaki, pikiran, telinga, hati dan buku memiliki peranan masing-masing. Mata, untuk melihat pekerjaan anak didiknya yang menakjubkan setiap harinya. Bibir, selalu tersenyum menyambut ramah setiap memulai memberikan materi pelajaran. Tangan, untuk menolong, membimbing dan memberikan pelukan hangat. Kaki, untuk berjalan bersama siswa menjelajahi hal baru di luar kelas. Pikiran, untuk mengetahui dan memikirkan cara mendidik setiap siswanya. Telinga, untuk mendengarkan setiap cerita dan keluhan dari setiap siswanya. Hati, untuk mencintai pekerjaannya dan menyayangi dengan tulus pada anak didiknya. Buku, semua guru memiliki banyak sekali buku dan membagikan pengetahuan tanpa pamrih.
Pengabdian seorang Guru begitu luar biasa, terima kasih atas pengabdian dan karya yang diberikan kepada semua anak didikya. Walaupun mengajarnya dalam keterbatasan, mereka mentrasfer semua ilmunya kepada anak didiknya. setiap proses belajar menjadi kenangan yang manis dan tak akan pernah terlupakan. Para siswa menjadi gelas kosong yang siap diisi penuh manakala bertemu dengan Guru. Kami mengangkat topi atas dedikasi yang diberikan. Selamat Hari Guru Nasional! @Novitarully
 

  • view 167