Harmoni Dunia Membaca Melalui Media Mendongeng

Novita Rully
Karya Novita Rully Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Juni 2016
Harmoni Dunia Membaca Melalui Media Mendongeng

Nama Saya Novita Rully Anggraeny, yang biasa dipanggil Nobhita, Petugas Teknis Perpustakaan Umum Kota Surabaya. Sebelum bergabung dengan Perpustakaan Umum Kota Surabaya, saya bekerja sebagai seorang guru di Sekolah Dasar Swasta terkemuka di Surabaya. Padahal, tidak ada latar belakang pendidikan menjadi seorang guru. Saya Lulus dari Fakultas Sastra Indonesia UNAIR pada 2006, Nduk, Panggilan akrab saya, sempat menjalani profesi sebagai editor di Majalah Asian Star. Namun, menjadi seorang guru adalah panggilan hati. Tidak semua orang mau menjadi guru. Kalaupun mau, tidak semua mampu menjadi guru. Tanggung jawab terhadap dunia pendidikan dan masyarakat mutlak harus dipunyai seorang guru. Pasalnya, mereka tak sekedar harus mengajar, tetapi mendidik. Namun, karena kontrak sudah selesai akhirnya memutuskan untuk melamar pekerjaan di Perpustakaan Umum Kota Surabaya. Menurut Saya, dunia yang akan saya lamar masih bersinggungan dengan dunia pendidikan yang tujuan utamanya sama-sama berjuang untuk mencerdaskan anak-anak.
Perempuan kelahiran 04 November 1988 ini bekerja sebagai staff Petugas Teknis Perpustakaan Umum Kota Surabaya yang awalnya bertugas di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kelurahan Petemon - Surabaya. Kecintaannya pada dunia pendidikan bisa diadaptasikan disini. Saya memberikan fasilitas yang dapat menambah pengetahuan pengunjung yang datang ke Taman Bacaan Masyarakat dan mereka nyaman berada disana. Awalnya, ada perasaan ragu apakah saya bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik. Karena, saya harus berada di lingkungan pekerjaan baru dengan lokasi begitu sederhana dan apa adanya. Witing tresna jalaran saka kulina, mungkin karena sudah terbiasa dengan saya adik-adik pengunjung Taman Bacaan Masyarakat semakin akrab dengan saya. Mereka bisa melakukan kegiatan yang bermacam-macam diantaranya mewarnai, menggambar, menggerjakan PR, membuat krreativitas, bernyanyi, mengaji bersama, dan makan siang bersama. Ada pengalaman menarik sat bertugas di Kelurahan petemon Pengunjung setia saya si Aji dan Juan, mereka siswa PAUD yang sering datang ke TBM tanpa menggunakan baju, celana dan sandal. Mereka datang ke TBM dengan menggunakan kaos dan celana dalam saja, dari kejauhan mereka sudah memanggil saya “Tante Novi.. Ayo Belajar” ucapnya polos. Sebelum belajar, saya sudah menyiapkan Tissu dan sabun cuci tangan. Peraturan yang selalu saya buat disana, sehingga muncullah program potong kuku kesehatan di Taman Bacaan Masyarakat Kelurahan Petemon. Setiap hari jumat ada pemeriksaan kuku gratis. Sehingga, anak-anak merasa senang. Program ini saya tulis di Koran Surya dan di muat pada 9 Agustus 2012 dengan judul Potong Kuku, Sehatkan Buku yang sebelumnya saya juga menuliskan tentang TBM pada 27 Juli 2012 dengan judul Keluhan Itu Berganti Senyuman. Dengan motto Datang menyenangkan, pulang dirindukan terbukti benar-benar terjadi di Taman Bacaan Masyarakat Kelurahan Petemon. Anak-anak selalu bertahan sampai petugas bersiap pulang.
Sampai pada akhirnya, saya mendapatkan tempat tugas yang baru di Perpustakaan Umum Kota Surabaya (Rungkut). Ada perasaan ragu, tapi ketika tugas itu diberikan kita harus siap untuk menjalaninya. Bak, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimanapun kita ditugaskan harus siap menjalani segala resikonya. Di tempat ini saya belajar banyak hal, salah satunya belajar mendongeng. Suatu hari, Perpustakaan mendatangkan Pendongeng yang terkenal Kak Nit-Nit, saya hanya melihat saja bagaimana cara berbicara, memperlakukan penonton, berinteraksi dengan penonton, dll. Setelah Kak Nit-Nit mencontohkan kepada kami semua, kami diajak untuk praktek langsung. Saya memiliki sifat pengen tahu, jika orang lain bisa saya juga pasti bisa karena semuanya ada proses belajar. Sifat pemalu saya latih untuk menjadi percaya diri, yang dulunya pendiam belajar mengolah kata saat berada di depan anak-anak. Mendongeng merupakan salah satu bidang seni, sejak masih TK saya bekecimpung di dunia seni dan sering mengikuti lomba seni tari, deklamasi, membaca puisi, fashion show dan bermain drama. Kini, sisa-sisa rasa cinta pada dunia seni bisa saya kembangkan kembali disini melalui cara yang berbeda dengan mendongeng. Saya bisa berkeliling mendongeng keliling kota Surabaya misalnya saat acara mendongeng di sudut Puskesmas yang juga di muat Radar Surabaya, 19 Maret 2013, acara Roadshow Kesehatan bersama Ibu Wali Kota Ir. Tri Rismaharini, M.T. Wisata Buku di Perpustakaan Umum Kota Surabaya, Mendongeng menyambut juri di Taman Bungkul dan Taman Flora sebagai Surabaya Kota Layak Anak yang juga saya tulis dan dimuat di Koran Surya dengan judul Kota Layak Anak, dan Menghadiri Undangan Mendongeng dengan Mobil Keliling Perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Dasar Swasta di Surabaya. Keliling kota Surabaya membuat saya mengerti nama-nama jalan yang ada di Surabaya. Bukan hanya di Surabaya tetapi saya mendapat kesempatan untuk mendongeng di daerah Jombang dan Denpasar-Bali. Setiap kali anak-anak mendengarkan dongeng mereka sangat antusias. Banyak sekali manfaat mendengarkan dongeng salah satunya menambah minat baca kepada anak-anak.
Satu cerita lagi yang membuat saya terharu, siang itu seperti biasa saya berada di Perpustakaan Umum Kota Surabaya dan mendapatkan tugas untuk segera berangkat mendongeng di daerah Puskesmas Pucang Sewu. Seperti biasa saya berangkat, saya berpikir akan mendongeng seperti biasa acara kesehatan. Saat pengamanan di lokasi Puskesmas Pucang begitu ketat penjagaan, saya beranikan diri bertanya kepada Petugas disana dan ternyata saya akan mendongeng dihadapan orang no 1 di Indonesia, alhamdulilah acara berakhir sangat meriah Sampai Bapak Presiden dan Ibu Ani Yudoyono menghampiri kami, beliau memberikan pesan kepada anak-anak untuk tetap rajin membaca, belajar, menjadi anak yang berprestasi, dan dengan membaca buku di Perpustakaan dapat mengajarkan anak untuk bersosialisasi sejak dini. Begitu pula pesan yang di berikan oleh Para Menteri dan Pakde Karwo untuk terus semangat belajar agar cita-citanya tercapai. beberapa minggu kemudian, Ibu Menteri Kesehatan juga menghampiri kami di Puskesmas Pucang Sewu dan memberikan pesan, “Surabaya sudah menjadi kota layak anak jangan lupa menjadi kota layak remaja!”. Terima Kasih atas kunjungannya dan wejangannya, semoga generasi bangsa semakin giat belajar dan membaca untuk mengapai cita-cita menjadi anak-anak yang cerdas dan sukses. Amin 3x. Bahagia itu sederhana, ketika melihat orang lain tersenyum dan nyaman berda di dekat kita. 
 

  • view 48