Waspadailah 11 Menit Paling Kritis dalam Hidup :)

Novita Rully
Karya Novita Rully Kategori Buku
dipublikasikan 07 Juni 2016
Waspadailah 11 Menit Paling Kritis dalam Hidup :)

CRITICAL Eleven menjadi novel penghibur saya selama satu pekan ini. Novel setebal 339 halaman ini menawarkan sosok Ale dan Anya. Ini pertama kalinya saya membaca novel karya Ika Natassa dan langsung jatuh cinta dengan membaca beberapa halaman awal. Mengasyikan walau sambil mengernyitkan dahi karena sebagian cerita ditulis menggunakan kalimat berbahasa Inggris.

Novel yang sanggup membuat pembaca jungkir balik menahan perasaan selama membacanya. Benar-benar merasakan ikatan dan emosi yang kuat, bisa merasakan semua perasaan yang berkecamuk di antara Ale dan Anya.

Dalam novel Critival Eleven (C11) ini dikisahkan, Anya menyukai bandara. Keduanya bertemu pertama kali juga di bandara. Bepergian menggunakan pesawat namun benci untuk terbang. Bukan masalah terbangnya, tetapi masalah menyerahkan nasib di tangan orang lain selama berada di pesawat dan tak bisa kemana-mana. Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat —tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing— karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu.

Sama halnya dengan dunia penerbangan, saat pertemuan pertama dengan seseorang ada tiga menit pertama paling kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk. Lalu ada delapan menit sebelum berpisah —delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya. 

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu dan menikah, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka. Cerita ini mengisahkan tentang kehidupan setelah berumah tangga. Permasalahan dalam rumah tangga Ale dan Anya yang hampir membuat mereka berpisah. All I could think about marriage is the sweetness, the endless love and passion.
Tapi ternyata pernikahan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Novel C11 ini membuat terhanyut pembacanya dituliskan seperti kepingan puzzle, setiap kejadian dituturkan begitu detail oleh Ika Natassa. Saya menikmati alur cerita yang ditutup dengan kebahagiaan Anya dan Ale. Mengharukan di beberapa bagian. Akhirnya, selesai juga menemani kisah Ale dan Tanya. Buku ini wajib dibaca sehingga dapat belajar dari cerita Anya dan Ale.

  • view 157