99 Cahaya di Langit Eropa

Novita Rully
Karya Novita Rully Kategori Buku
dipublikasikan 07 Juni 2016
99 Cahaya di Langit Eropa

99 Cahaya di Langit Eropa begitu judul yang saya baca, pada awalnya tak ada ketertarikan untuk membaca novel setebal 392 halaman ini. Mencermati lebih dalam gambar sampul novel tersebut, saya terusik. Setelah bertanya ke salah satu sahabat yang pernah membacanya, saya pun ingin membaca buku novel karya Hanum Salsabiela Rais itu.

Butuh waktu dua minggu untuk membaca novel yang adalah perjalanan pengalaman Hanum bersama suaminya Rangga Almahendra di Eropa. Tanpa disadari saya diajak merasakan perjalanan spiritual mereka mengenai perjalanan sejarah peradapan Islam Eropa dari Wina, Paris, Cordoba, Granada, kemudian Istanbul.

Halaman demi halaman novel menginspirasi pembacanya tanpa harus pergi ke Eropa. Pembaca seakan memahami bagaimana kondisi dan fakta sejarah Islam di Eropa. Pernik kehiupan sebagai pendatang di Eropa ditulis lugas. Eropa tidak sekadar Eiffel tempat yang selama ini jadi impian saya bila ke Eropa.

Hanum menuturkan ketika menyusuri peta garis Axe Historique ke timur sampai ujung peta keluar Kota Paris dan menembus benua lain terdapat bangunan-bangunan istimewa mulai monumen du Carrousel, Obelisk luxor, di tengah alun-alun Place de la Concorde, bangunan La Grande Arche de la Defense, bangunan di depannya negara pertama di timur tenggara Paris adalah Swiss, kemudian di bawahnya Italia, Yunani, menyeberangi laut Meiterania, Mesir, lalu Arab saudi, dan kemudian Mekkah. Garis lurus yang menghubungkan Paris ke Mekkah ini suatu kebetulan saja namun mungkin inilah maksud tersembunyi Napoleon membangun Axe Historique. Sebutan lain untuk Voie Triomphale atau jalan kemenangan.

Hanum dan Rangga seakan mengajak pembaca melengkapi kepingan mosaik tentang kebesaran Islam. Mereka mengajak pembaca untuk jadi agen muslim yang baik. Luar biasa, membaca novel yang sudah difilmkan itu membuat saya lebih jatuh cinta pada Islam.

  • view 101