Lebih Dekat Dengan Najwa Shihab

Novita Rully
Karya Novita Rully Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 07 Juni 2016
Lebih Dekat Dengan Najwa Shihab

KAMIS, 14 April 2016, meet and greet bersama Najwa Shihab digelar di auditorium UK Petra Surabaya. Siapa yang tak kenal dengan host program Mata Najwa ini? Kehadiran Najwa Shihab, putri kedua Quraisy Shihab, Menteri Agama era Kabinet Pembangunan VII ini membahas kehidupannya sebagai wartawan (presenter) dan buku Mantra di Layar Kaca yang menceritakan perjalanannya di acara Mata Najwa. Buku yang ditulis oleh Fenty Effendy. 
Perempuan yang biasa di sapa Nana ini mengaku bersyukur karena  mendapat kesempatan untuk belajar terus menerus. Baginya belajar adalah investasi terbesar walaupun terkadang harus dipaksa untuk belajar. Saat menjadi wartawan politik, ia harus memiliki strategi sebelum menemui narasumber. Yakni menguasai terlebih dulu latar belakang  narasumber atau rekam jejak, posisi terakhir menjabat, kemampuan narasumber, menguji fakta terlebih dahulu untuk mendapatkan data yang valid dan mampu mengungkap kebiasaan pejabat di Indonesia yang menutupi segala hal yang sudah jelas dan mengumbar hal yang sudah diketahui orang banyak. 
Namun, sebagai  wartawan politik Nana mengakui sering menerima teror ketika mengangkat isu-isu politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Teror yang diterimanya masih dianggap ringan. Yakni, teror lewat SMS dan ledekan, dibandingkan dengan wartawan yang berada di lapangan lebih berat. Isu-isu yang diangkatnya memang bertujuan mengungkap kebenaran yang harus diketahui publik. Contohnya kasus Setya Novanto yang namanya pertamakali disebut dalam program Najwa Shihab. Meski berakibat programnya  menghadapi masalah hukum karena dianggap membuka rahasia negara.
Kini, masyarakat disuguhi banyak pilihan dalam menonton TV dan berharap acara yang bermutu yang ditayangkan memberikan informasi yang tepat. Itu sebabnya membuat program TV berkualitas merupakan tanggung jawab yang berat. Dalam acara yang juga ditandai dengan bedah buku Mantra di Layar Kaca karya Fenty Effendy itu, presenter kelahiran Makassar itu mengingatkan kepada calon wartawan dan pemilik media untuk tidak memandang pemberitaan hanya dari satu sisi. Nana berpesan, tugas wartawan dan media memang tidak mudah, profesi yang seharusnya menjadi kebanggaan karena mampu memberikan dampak kepada masyarakat yang membutuhkan informasi sesuai kebenaran. Berbanggalah dengan profesimu saat ini, jika perasaan itu belum ada dalam dirimu belajarlah untuk menciptakan rasa bangga karena jika tetap tidak bangga dengan profesimu, yang kamu lakukan itu sia-sia semata.
 
 

  • view 147