Taman Bacaan Masyarakan (TBM) Mengubah Keluhan menjadi Senyuman

Novita Rully
Karya Novita Rully Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 07 Juni 2016
Taman Bacaan Masyarakan (TBM) Mengubah Keluhan menjadi Senyuman

Belum lama ini kami, petugas tekhnis Taman Baca Masyarakat (TBM) di bawah naungan Dinas Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya berkesempatan bertemu pakar TBM asal Jogjakarta, Muhsin Kalida. Pria sangat sederhana yang antusias memberikan wawasan mengenai TBM melalui dua bukunya, Strategi Networking TBM dan Fundraising TBM. Menurut Muhsin Kalida, TBM adalah lembaga yang melayani kebutuhan masyarakat akan formasi mengenai ilmu pengetahuan dalam bentuk bahan bacaan dan bahan pustaka lainnya. Secara Psikologis, orang datang ke TBM diharapkan senyaman duduk di taman bunga, penuh dengan senyuman, karena TBM diharapkan bisa mengubah keluhan menjadi senyuman.

Itulah yang diterapkan di TBM tempat kami bertugas di TBM Kelurahan Petemon. Dalam ruangan mungil di depan pelayanan kelurahan, petugas berusaha memberikan senyaman mungkin dengan pelayanan penuh senyuman. Dan alhamdulilah, motto ala Muhsin Kalida, yaitu datang menyenangkan pulang dirindukan, benar-benar terjadi di TBM Kelurahan Petemon. Khususnya pengunjung anak-anak yang setiap harinya selalu berada di TBM Kelurahan Petemon sampai petugas pulang.  

Secara umum Muhsin Kalida menuliskan, TBM memiliki empat kelemahan. Yaitu: capacity building yang mewajibkan setiap petugas tekhnis TBM memiliki kreativitas dan komitmen tinggi; networking yang mewajibkan setiap petugas untuk menciptakan mitra kerja sebanyak mungkin, baik dengan institusi pemerintah maupun swasta, misalnya penerbit, rumah makan, toko buku, EO, bazar buku, atau perusahaan lain yang memiliki kepedulian besar terhadap gerakan budaya minat baca. Ketiga, fundraising yaitu proses memengaruhi masyarakat baik perorangan atau institusi agar menyalurkan dana atau buku kepada TBM; dan empat, publishing yaitu TBM harus mendekatkan dan menjalin kerjasama dengan berbagai media, baik elektronik maupun cetak.. Dengan pemaparan tersebut, di TBM Kelurahan Petemon berusaha melakukan fundraising kepada perorangan agar menyalurkan bantuan buku dan publishing berupa mendekatkan TBM melalui media cetak kepada masyarakat. Diharapkan dengan usaha tersebut dapat terwujud budaya gemar membaca meski harus bersaing dengan warnet, PS, dan televisi yang memberikan suguhan menggiurkan. Semoga. 
 
 

  • view 101