Cita- Cita Sebuah Segitiga.

novita susilaningrum
Karya novita susilaningrum Kategori Lainnya
dipublikasikan 18 Februari 2016
Cita- Cita Sebuah Segitiga.

?Taman kecil ?berhias pohon rindang dengan warna-warni mawar dan beberapa tanaman tabulampot serta hamparan rumput jepang nan hijau menjadi pemandangan asri? penyejuk mata, sebuah gazebo beratap ijuk dengan panggar kayu mengkilap dilengkapi buku-buku bacaan didalamnya dan tak lupa pagar hitam tinggi memanjang keatas sebagai gerbang utama .

Gelak-tawa, tangisan, rengekan manja serta mengadu ?saling mencari pembelaan dari ayah dan bundanya menjadi pelengkap yang sangat manis didalamnya, saling berkasih sayang, berbagi, mengormati, ?membagi tugas , sholat berja?maah, bermain bersama, makan bersama sampai dengan melakukan eksperimen tentang sesuatu hingga berkemah di taman rumah merupakan sedikit hal sederhana yang di kerjakan bersama di bawah sebuah segitiga.

Melibatkan semua anggota keluarga dalam sebuah diskusi penting di dalam sebuah segitiga adalah suatu keharusan.Teringat sebuah kisah dimasa kecilku ?ketika abah ingin mengganti cat rumah, beliau mengumpulkan kami untuk ikut serta memilih warna cat rumah, walau pada akhirnya tetap pilihan abah lah yang tidak bisa di ganggu gugat?, tapi aku merasakan bahagia pada saat itu karena mampu terlibat berembug menyuarakan suara sesuai kehendak hatiku sendiri, aku merasa ada dan didengar oleh mereka, sebuah alasan kenapa ?aku pun ingin kembali melakukan hal serupa dengan itu.

Menyiapkan baju suami, berdiskusi dan saling menguatkan, memasak , menyiapkan sarapan, mengantar hingga menjemput anak-anak Sekolah, menyiram tanaman, tak lupa cucian yang menggunung ?serta mengosek kamar mandi adalah sederetan daftar ceklis yang menggembirakan yang siap aku centrang menggunakan sepidol merah dengan sepenuh hati.

Tak pernah aku berhenti berusaha ?menjadi partner yang menyenangkan bagi kalian, menjadi pendengar, menjadi teman bermain, dan menjadi sahabat baik untuk buah hatiku hingga kalian dewasa dan mampu melukis sebuah segitiga kalian sendiri.

Do?a selalu teruntai dalam sujud dan selalu ku sebut nama kalian dalam kebahagiaan, bangga ketika aku mampu melihat anak perempuanku tumbuh menjadi wanita sholehah, bangga ketika aku mampu melihat anak laki-lakiku tumbuh dengan pengetahuan agama yang selalu menuntunya, bahagia ketika memiliki seorang Imam yang selalu mendukungu dan menasihatiku dengan lembut dikala aku berbuat kesalahan.

Tidak banyak keinginanku pada sebuah segitiga yang ingin ku bangun, cukup dengan Imamku yang selalu menjadi pembimbing jalanku, cukup dengan anak perempuan yang mampu menjaga kehormatan dirinya serta keluarganya dan cukup dengan anak laki-lakiku yang menjadi imam sholat jenazahku disaat sang Khalik memanggilku berada di dekatnya.

?

?

???????????????

  • view 192