Bagaimana Merepresentasikan 70 Tahun Indonesia Merdeka.

novita susilaningrum
Karya novita susilaningrum Kategori Lainnya
dipublikasikan 16 Februari 2016
Bagaimana Merepresentasikan 70 Tahun Indonesia Merdeka.

Beri aku 1000 orang tua niscaya akan aku cabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia, salah satu kata bijak dari president pertama Indonesia, Ir. Soekarno, yang jika dibaca terasa begitu menggelegar didadaku, walau Jujur aku tidak begitu paham dengan pasti maksud dari kata bijak tersebut, yang aku tahu mungkin hanya sepucuk rumput daun gajah dari makna sesungguhnya, namun jika diamati bisa saja itu menyiratkan sebuah persatuan pada masa sulit menuju Indonesia merdeka, mengingat begitu banyak cerita yang aku dapat sejak Indonesia merdeka yang tahun ini akan mencapai angka 71 tahun.

Dari perjuangan sulit tersebut kata bijak Ir soekarno tentulah sangat bermakna, hal ini berimbang dengan keadaan pemuda yang kala itu memiliki nilai kesatuan yang luar biasa. Mengingat Naskah sumpah pemuda yang salah satu pointnya demikian ?Kami putra dan putri Indonesia , mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia?, poin ini bukanlah omong kosong pada masa itu, karena memang yang aku tahu para pemuda dahulu benar-benar memberikan tetes darah terakhirnya untuk melindungi tanah air Indonesia.

Kembali pada masa sekarang, dimana Kata bijak president petama kita mungkin hanya tinggal sebuah sajak yang sekedar dibanggakan namun tidak dibiarkan masuk dalam jiwa nasionalisme diri masing-masing, sebuah kata bijak keren yang luar biasa tidak lagi mampu menggugah jiwa cinta tanah air anak bangsa ?mungkin?, lalu bagaimana cara kita merepresentasikan kata bijak tersebut dari perjuangan panjang para pemuda terdahulu dengan kemerdekaan kita pada masa sekarang ?.

Bagaimana disebut merdeka jika pemudanya justru secara tidak langsung menjajah diri sendiri. Apa yang disebut Merdeka sesungguhnya ?, apakah hanya sekedar terlepas dari para penjajah ?, sadar atau tidak secara tidak langsung kita justru kembali dijajah, meskipun penjajahan itu tidak dalam bentuk kekerasan yang harus mengorbankan darah para pemudanya. Sungguh ironis, Jika dahulu Ir. Soekarno meminta 10 pemuda untuk mengguncang dunia, maka berbanding dengan saat ini mungkin dua pemuda pun akan sangat sulit didapatkan.

Lalu apa sebenarnya makna bijak yang para pemuda pahami dijaman sekarang ini dari pesan Ir. Soekarno tersebut?. Marilah kita bangkit menggugah jiwa yang mati untuk kembali mengobarkan cinta tanah air kita. Bangunlah wahai para pemuda tangguh pelindung negeri.

  • view 150