Cerita coklat murah yang tidak murahan

novita susilaningrum
Karya novita susilaningrum Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Februari 2016
Cerita coklat murah yang tidak murahan

Valentine merupakan kata yang sangat asing bagiku bahkan tidak terjangkau oleh otaku, mungkin ini salah satu faktor karena aku dibesarkan dilsebuah desa kecil yang berada dipegunungan tepatnya di Provinsi jateng, terdengar ketinggalan zaman, tapi memang pada kenyataanya aku sangat ketinggalan jaman. Bukan masalah besar bagiku tidak mengenal arti valentine secara gamblang pada masa itu atau lebih tepatnya sampai aku lulus dari bangku sekolah menengah pertama.

??????????????? ?Coklat, Bunga dan semua yang bernuansa pink adalah hal yang digunakan sebagai simbol dalam hari yang disebut valentine?, ?itu makna awal yang aku tangkap dari arti sebuah ?kata valentine kala itu disaat aku duduk dikelas 2 Sekolah menengah Kejuruan. Kenapa harus coklat? Kenapa harus bunga? Dan kenapa harus warna pink ?, ?sementara bagiku rasa cokelat tetaplah coklat , choky-choky adalah coklat yang selalu aku beli dan sangat mudah didapat bahkan dengan harga yang sangat murah, Bunga juga bisa dengan mudah aku dapatkan ditaman depan rumahku, dari bunga mawar berwarna merah, pink dan putih, dan warna pink hanyalah sebuah warna yang melengkapi? dari sekian banyak warna yang ada. Lalu kenapa harus menunggu valentine untuk mendapatkan semua itu? Huhhhh?alangkah bodohnya aku saat itu berfikir konyol bahkan sangat aneh. Awal bulan di Februari ?Selebaran tertempel ?hampir di semua sudut sekolah, ruang kelas, kantin, perpustakaan, tempat parkir, laboratorium dan bengkel-bengkel tempat para siswa melakukan praktikum, dan madding lah sasaran utama ?yang pasti tertempel dengan selebaran tersebut.

??????????????? ?sebuah perayaan yang membebaksan laki-laki dan perempuan melakukan hal-hal yang dilarang dalam islam?, hanya itu kesimpulan yang masih aku ingat hingga kini saat membaca selebaran yang ditempelkan oleh anak-anak Rohis disekolah saat itu, dan melalui selebaran ini aku mengetahui banyak mengenai apa itu valentine, memang ada banyak versi mengenai valentine itu sendiri namun dari kesemuanya yang aku baca memiliki inti sama dimana itu adalah hal yang tidak pantas untuk dirayakan khususnya bagi umat muslim. Tidak habis pikir kenapa valentine memiliki arti hari kasih sayang sementara banyak hal ?tidak pantas untuk dibanggakan dengan berembel ? embel kata ?kasih sayang? , kalau mengingat tentang choky-choky aku selalu berbagi dengan adikku ketika memakanya dan kita saling berbagi kasih sayang sederhana melalui hal tersebut tanpa harus menunggu satu hari di bulan februari. Hemmmmm?.lalu kenapa hari kasih sayang harus dinodai dengan? hal yang hanya akan menciderai karakter diri kita sendiri dan kepribadian muslim. Semoga kita semua selalu ditunjukan jalan untuk terus memperbaiki diri. Aamiin.

??????????????? ??


  • novita susilaningrum
    novita susilaningrum
    1 tahun yang lalu.
    Baiklah, nanti di perbaiki, terimakasih

  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    Masalah: spelling, kata depan, huruf besar...

  •   Kurirperasaan063
     Kurirperasaan063
    1 tahun yang lalu.
    Coklat, proses yang memakan waktu sampai jadi Kata coklat, proses progres Hingga sampai pada perasa kalian, Jangan benci coklatnya #petani hanya menanam Dan merawat coklatnya,

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Choky-choky dan tulisan ini sama, keindahan dalam kesederhanaan. Tulisan bagus berisi pesan moral yang kuat namun dengan gaya yang amat ringan dan menyenangkan untuk dibaca...^_

    • Lihat 3 Respon