Saat Aku Harus Menjelma Menjadi 80 Karakter di Kelas Rendah

novita susilaningrum
Karya novita susilaningrum Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 12 Februari 2016
Saat Aku Harus Menjelma Menjadi 80 Karakter di Kelas Rendah

?

? ? ? ? "setiap anak itu terlahir unik dan istimewa", Kalimat yang selalu menempel erat di hati dan telingaku saat aku harus berhadapan dengan para sahabat kecilku disekolah. Bukan hal yang mudah ketika aku harus mengajar khususnya di kelas 1 dan 2 sekolah dasar, apalagi dengan sebuah ketentuan pasti bahwa setiap anak itu terlahir unik dan istimewa atau dengan kata lain tidak ada anak - anak yang bodoh, hanya saja mereka memiliki cara masing-masing dalam menunjukan bakatnya, terlepas dari itu semua dunia pendidikan anak-anak tetaplah dunia yang harus ku warnai dengan warna-warna yang tersirat indah disepanjang hayatnya.


? ? ? ? ? Dua puluh siswa dalam satu kelas dibantu oleh guru pendamping untuk kelas rendah adalah hal yang sangat membantu dengan tingkat fokus anak-anak yang hanya sebanyak dua kali lipat dari umur mereka, artinya tingkat konsentrasi anak-anak hanya sekitar 12 - 15 menit jika mereka masih berumur 6 tahun, hal yang tidak mudah dan memiliki tantangan tersendiri untuk saya pribadi dalam memasukan karakter positif dan sebuah materi.
Sekolah tempat ku mengajar adalah sebuah lembaga yang juga selalu memberikan pelatihan bagi para gurunya demi untuk meningkatkan kualitas para pendidik, dan ini adalah hal yang sangat membantuku dikelas ketika mengajar, aku sendiri merasa sangat terbantu dengan pelatihan yang diberikan untuk diterapkan di dalam kelas dan lingkunghan sekolah. Metode mengajar, game dan rule, itu adalah hal yang merupakan penting bagiku, karena pendidikan berkarakter merupakan pijakan awal yang kokoh untuk mewakili kehidupan mereka kelak. Dengan cara terus belajar aku akan mampu mengajarkan pada mereka hal yang seharusnya diajarkan, seperti yang aku ketahui bahwa dunia adalah universitas abadi yang artinya kita ditugaskan untuk terus belajar disana.


? ? ? ? Banyak bergerak, banyak biaca, iseng, manja dan ekspresi lain tak terduga adalah sebuah fitrah atau harga mati yang pasti muncul dalam diri setiap anak-anak, marah hingga beradu mulut kadang terucap dari mulut-mulut kecil yang naif. Menghela nafas panjang sedikit senyum aku pun ikut terlibat dalam perdebatan mereka yang semakin seru dan menggemaskan yang pada akhirnya pun berakhir damai, penyebabnya adalah hal sepele bahkan kadang tidak masuk akal, tetapi dari sinilah mereka belajar tentang banyak hal, penghargaan diri, menghargai, menyayangi dan nilai-nilai karakter yang lainya.


? ? ? ? ? Berlari dan berteriak memanggil namaku sambil mengucap salam dan bersalaman adalah sebuah motivasi berharga untuku, berebut duduk disampingku ketika duduk membentuk lingkaran hingga dulu-duluan mencarikan posisi duduk untuku dengan maksud agar aku duduk didekat salah satu dari mereka,adalah hiasan cantik yang terlihat dikala itu, walau akhirnya aku harus duduk sesuai dengan pilihku, wajah kecewa tersirat namun dalam sekejap aku mampu memulihkan suasana menjadi nyaman dengan beberapa pengertian "Besok miss duduk disebelah Tata dan Angga, hari berikutnya miss duduk diantara ....", semua terselesaikan dengan pembagian jadwal posisi duduk.
Betapa lugu dan polosnya mereka dengan ekspresi dan pertanyaan-pertanyaan nyeleneh yang selalu terlontar dan membuatku kesulitan ketika harus menjelaskan dengan bahasa mereka.


? ? ?Siapa bilang ini mudah?, anak usia dini masih menjadi peniru ulung dari orang dewasa sekitar yang dilihatnya, mendadak nyaliku menciut jika mendengar kata tersebut. "Bagaimana jika yang ku lakukan salah?, bagaimana jika tingkah laku dan ucapanku pun masih belum mampu menjadi contoh bagi mereka?, 80 siswa 80 karakter harus ku pelajari dan berusaha keras aku menjelma menjadi teman mereka dengan karakter yang serupa, dengan harapan aku mampu menjadi sahabat kecil mereka yang mampu membuat mereka nyaman dalam hal apapun disekolah, terutama dalam hal membangun karakter, dan bermain serta melakukan pekerjaan mereka disekolah sebagai siswa. Luar biasa karena energi positif mereka selalu memberiku kekuatan. Inilah saat aku harus menjelma menjadi mereka si pemilik 80 karakter di kelas rendah.

  • view 116

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    "Bagaimana jika yang ku lakukan salah?, bagaimana jika tingkah laku dan ucapanku pun masih belum mampu menjadi contoh bagi mereka?" Pengalaman mengajar di kelas mereka selama beberapa tahun memberi saya informasi sangat penting bahwa merekapun amat cepat beradaptasi terhadap 'kesalahan tak sengaja' yang dilakukan pendidik, yang di kemudian waktu memperbaikinya. Walau memang kadang ada protes dari mereka, namun rasa cinta telah mengalahkan segalanya dan membuat mereka cenderung kompromistis serta menurut terhadap pengajar yang mereka cintai dengan segenap jiwa, terlihat mirip seperti kita ketika jatuh cinta terhadap seseorang, eh... ^_

    • Lihat 2 Respon