Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 17 April 2016   19:47 WIB
Kejahatanku adalah diamnya aku

Adalah hal bodoh ketika membiarkanmu sekedar singggah lalu pergi

Adalah hal yang menyesakan ketika aku mampu begitu jelas melihatmu

Namun ku tundukan wajahku lebih dalam dari biasanya

Adalah sangat bodoh ketika kau menyapaku aku justru lari menjauh

 

Hari ini telah ku abadikan dalam sebuah catatan kecil harianku

Bahwa aku pergi atas pilihan dan caraku memandangimu yang masih terseorang diri

Aku terlalu takut menjadi apa yang aku mau disana

Rumah singgah itu sungguh ingin aku  tetap tinggal

 

Secarik kertas lusuh itu,

Tetap menjadi saksi penting dalam kisahku

Rasanya bagai berjalan pada sebuah arah yang begitu menyilaukan,

Mataku sulit terbuka

Namun harus tetap ku paksakan untuk dapat sampai disana

 

Mungkin aku harus berdamai dengan waktu

Waktu yang terus mengubah setiap detik di nadiku

Menyampaikan alasan demi alasan yang menggerogoti keseimbangan cara berfikirku

Hingga menelisik melawan sebuah hati

 

Karena,

Adalah menjadi penting ketika sekenario itu berjalan sebagaimana semestinnya

Adalah berharga ketika hingga pada akhirnya aku pergi kemudian bertemu

Aku beritahu,

Hatiku itu bukan kayu , melainkan  hamparan laut tak berujung

Maha Luas.

 

 

 

Karya : novita susilaningrum