Banyak Orang Pintar Tidak Punya Kecerdasan Emosional

Novira Kharamyna
Karya Novira Kharamyna Kategori Psikologi
dipublikasikan 27 September 2016
Banyak Orang Pintar Tidak Punya Kecerdasan Emosional

Salah satu narasumber di acara TV mengatakan jika “seseorang hanya memiliki kecerdasan intelektual namun tidak memiliki kecerdasan emosional maka hidupnya tidak seimbang, cenderung akan mengalami kegagalan”. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan seseorang dalam mengarahkan emosinya secara baik. Apa itu benar?dan mengapa hal tersebut menjadi penting. Mari kita ulas dari berbagai sumber yang ada.

Definisi Emosi sendiri dalam KBBI adalah luapan perasaan yang berkembang dan surut di waktu singkat, keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis. Kecerdasan emosional sendiri dikemukakan pertama kali oleh Peter Salovey Ph.D dari Universitas Yale dan Jack Mayer Ph.D dari Universitas New Hampshire pada tahun 1990 yang definisinya sebagai berikut:

Kecerdasan emosional: Himpunan bagian dari kecerdasan yang melibatkan kemampuan memantau perasaan dan emosi baik pada diri sendiri maupun pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.

Kecerdasan emosional ini lebih dikenal dengan EQ atau Emotional Quotient yang berhubungan dengan emosi seseorang dan diasosiasikan dengan otak kanan sedangkan kecerdasan intelektual lebih sering disebut IQ yaitu Intelektual Quotient yang berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis yang diasosiasikan dengan otak kiri. Berikut adalah hal-hal positif yang akan dicapai jika kita memiliki kecerdasan emosional:

1. Mampu menyelesaikan masalah dengan pikiran dan perasaan

Masalah adalah hal sering ditemui di dalam hidup, ketika kita tidak memiliki masalah yang harus dipecahkan tandanya waktu belajar kita akan terhenti dengan seketika, oleh karenanya menyelesaikan masalah sebaik mungkin adalah jalan yang harus ditempuh, menyelesaikan masalah dengan emosi bukanlah jalan keluar terbaik, untuk itu dalam menyelesaikan suatu masalah sangat penting melibatkan keduanya yaitu pikiran dan perasaan.

2. Memiliki tingkat kesadaran yang tinggi

Memiliki kesadaran yang tinggi dalam meyelesaikan suatu masalah dapat membantu kita menemukan akar masalah yang ada terutama di dalam diri kita sendiri, karena bukan tidak jarang jika sumber masalah adalah diri kita sendiri, maka dari itu setelahnya diperlukan evaluasi ataupun introspeksi diri.

3. Memiliki Kemampuan Manajemen Diri Yang Kuat

Manajemen diri yang kuat ini mengacu pada pengaturan emosi ketika emosi tersebut datang, kemampuan ini akan menyadarkan kita untuk menempatkan emosi pada waktu dan tempatnya (dengan tepat).

4. Berpotensi Menjadi Pemimpin Yang Baik

Menurut Daniel Goleman dalam buku Emotional Intelegence menyatakan bahwa seorang pemimpin yang hanya pintar namun tidak pandai mengendalikan emosinya akan cenderung kaku, sementara seorang pemimpin adalah seseorang yang harus punya kepekaan terhadap sekitar dan mampu meredam ketika situasi sedang sangat tegang.

5. Memiliki Rasa Empati

Kemampuan ini adalah kemampuan untuk menempatkan diri ketika di posisi orang lain, jadi kita akan mampu memahami perasaan maupun pikiran orang lain.

Pada dasarnya orang yang pintar ini banyak dibutuhkan di segala bidang yang juga tidak jarang menjadi sosok pemimpin, baik di suatu organisasi maupun pada komunitas/baik yang sifatnya formal maupun informal. Tidak jarang pemimpin ini memiliki anggota ataupun staf ataupun bawahan yang menjadi tanggung jawabnya dan apabila anda seringkali mengikuti tes untuk masuk kerja dan posisi yang dibutuhkan adalah sebagai calon leader maka tes psikologi lengkap pun harus dilalui. Inilah mengapa pentingnya seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan intelektual juga harus memiliki kecerdasan emosional karena perannya yang penting dan tanggung jawabnya yang besar. Namun bagaimana jika seorang pemimpin tidak memiliki kecerdasan emosional, kemungkinan besar dia tidak mampu dalam beberapa hal berikut:

1. Tidak mampu mengenali dirinya sendiri ataupun mempunyai kesadaran diri sendiri (self awareness)

Jika seorang pemimpin tidak mampu mengenali dirinya sendiri mana mungkin bisa untuk mengenali anggotanya, pemimpin pun harus mempunyai kesadaran diri agar tidak merasa benar sendiri.

2. Tidak mampu bekerja pada suatu tim ataupun tidak memiliki social skill

Jika seorang pemimpin tidak bisa bekerja dalam suatu tim maka dia tidak mampu mengelola anggotanya.

3. Tidak mampu mengendalikan/mengatur emosi (Self regulation)

Seorang pemimpin juga harus mampu mengendalikan emosinya, karena keputusan yang mengandalkan emosi tidak akan berhasil baik.

4. Tidak mempunyai motivasi yang tinggi

Seorang pemimpin harus mempunyai motivasi yang tinggi, jika tidak maka dia tidak akan mampu mencapai target yang diinginkan oleh perusahaan tempatnya bernaung.

5. Tidak mempunyai rasa empati

Seorang pemimpin harus mampu merasakan apa yang anggotanya rasakan, karena dengan itu dia mampu memahami apa yang setiap anggotnya perlukan.

Pentingnya melatih kecerdasan emosional sudah dapat dimengerti alasannya, sudah semestinya kita memiliki hal tersebut dan terus mengasahnya agar kita mampu menjadi sosok pemimpin yang baik terlebih untuk diri kita sendiri. Kecerdasan emosional ini juga bukan hal yang mampu dipelajari seperti mata kuliah ataupun pelajaran lainnya namun seringnya dibentuk oleh lingkungan dan contoh yang ada, maka dari itu kita disebut makhluk sosial yang dituntut untuk pandai bersosialiasi agar mampu menghadapi makhluk sosial lainnya juga menyelesaikan masalah yang ada, lalu kita pun akan mengetahui mana yang benar dan juga akan mengetahui cara menghadapi masalah yang muncul karena diri sendiri maupun orang lain.

 

Sumber: Lifehack.org, Liputan 6.com, Artikel Ilmiah

  • view 6.7 K