Cukup

novie ocktavia
Karya novie ocktavia Kategori Inspiratif
dipublikasikan 27 Januari 2016
Cukup

Kebutuhan tak sama dengan keinginan. Sayangnya, kita seringkali salah menilai sehingga kebutuhan dianggap keinginan, keinginan dianggap kebutuhan. Padahal, keinginan adalah tentang emosi dan perasaan. Itulah mengapa pemenuhan keinginan tak akan pernah sampai pada ujungnya. Ya, manusia selalu merasa tak pernah cukup.

Sebanyak apapun gaji yang kita dapatkan di setiap bulannya, semua terasa tak akan pernah cukup jika tolak ukurnya adalah pemenuhan keinginan. Sebaliknya, sesedikit apapun gaji yang kita dapatkan pasti akan selalu cukup jika tolak ukurnya adalah pemenuhan kebutuhan.

Sekali lagi, perasaan tidak cukup lahir dari tidak terpenuhinya keinginan, bukan dari tidak terpenuhinya kebutuhan.

Kebutuhanmu adalah makan, akan terpenuhi jika kamu makan, tapi jadi seolah tidak terpenuhi jika keinginanmu adalah makan enak di resto ternama. Kebutuhanmu adalah pakaian, akan terpenuhi jika kamu bersederhana dalam berpakaian, tapi jadi seolah tidak terpenuhi jika keinginanmu adalah berbelanja online setiap bulan. Tahukah kamu, perasaan selalu tidak cukup itu adalah bagian dari hawa nafsu. Berarti harus apa? Harus dikalahkan :)

Kawan, Allah sudah mencukupkan semua kebutuhan kita. Kalaupun kita merasa tak pernah cukup, berarti kita sedang kalah pada hawa nafsu yang merongrong kita untuk selalu memikirkan tentang keinginan, bukan kebutuhan. Daripada sibuk dengan perasaan tidak pernah cukup, bagaimana kalau kita memperbanyak syukur?

Bukan rezekinya yang kurang, tapi keinginannya yang segudang. Bukan rezekinya yang kurang, tapi syukurnya yang jarang. Sudah bersyukur hari ini?

?

Picture from here.

  • view 129