Psycholostory : Quarter Life Crisis – Haruskah Gelisah?

novie ocktavia
Karya novie ocktavia Kategori Psikologi
dipublikasikan 27 Januari 2016
Psycholostory

Psycholostory


Kategori Acak

605 Hak Cipta Terlindungi
Psycholostory : Quarter Life Crisis – Haruskah Gelisah?

Akhir-akhir ini, quarter life crisis alias QLC menjadi topik yang ramai dibicarakan. Masalah ini memang jadi momok untuk kita yang berada di rentang usia dewasa awal, khususnya di usia 20an.

Sudut pandang Psikologi bilang kalau salah satu masalah di usia ini adalah ketegangan emosional. Ketegangan ini berisi ketakutan atau kekhawatiran terhadap berbagai masalah, terutama yang menyangkut hidup dan masa depan. Mengapa? Karena pada usia-usia inilah individu akan berhadapan dengan pengambilan keputusan-keputusan yang boleh jadi akan berdampak permanen untuk kehidupannya.

Pernah dengar istilah tugas perkembangan? Itu lho, tugas yang harus dipenuhi oleh individu pada tahap usia perkembangan tertentu. Nah, QLC ini juga berkaitan dengan pemenuhan tugas perkembangan tersebut. Kalau kamu belum tau apa saja tugas perkembangan untuk usia 20an, kamu bisa cek #Psycholostory 14 : The Developmental Task of Early Adulthood.

Diantara sederetan tugas perkembangan yang ada, beberapa memang related banget sama fenomena QLC ini. Apa aja sih?

Pertama, tentang memulai hidup mandiri dan memikirkan pekerjaan. Kita mulai gelisah soal pekerjaan apa yang akan kita ambil, bagaimana kita akan berkinerja, akankah merantau atau tetap tinggal dan kualifikasi apa saja yang harus kita miliki untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang kita harapkan. Bingung, kemudian crisis!

Kedua, tentang memilih pasangan hidup. Nah, ini ngehits banget! Kita mulai gelisah tentang siapa yang akan jadi pendamping hidup kita, seperti apa wajahnya, dimana bertemunya dan pertanyaan-pertanyaan lain yang jawabannya tidak bisa kita tebak-tebak. Bingung, kemudian crisis!

Ternyata, kegelisahan akibat QLC ini bisa bertambah parah kalau kita membanding-bandingkan diri dengan orang lain yang seusia dengan kita, istilahnya adalah social comparison. Sedikit-sedikit kita bertanya, ?Kok dia cepet banget sih dapat pekerjaan? Kok dia enak banget sih kantornya? Kok dia cepet banget lulus kuliah sih? Kok dia ga pernah galau masalah jodoh? Kok dia bisa banget nikah muda? Kok dia cepet banget naik gaji?? Blablablabla, dan lain-lain. FYI, pertanyaan-pertanyaan itulah yang bikin kamu gelisah.

Terus harus gimana menghadapi QLC? Hey, everything shall pass! Semuanya bakal terlalui. Berhentilah membanding-bandingkan diri dengan orang lain karena setiap orang punya waktu dan rezekinya masing-masing. Maksimalkan usaha aja, iya gak? Satu lagi yang penting, berhentilah mengkhawatirkan dan menggelisahkan apa-apa yang memang sudah menjadi ketentuan-Nya. Berserah diri bikin kita lebih tenang, lho! Kalau dekat sama Sang Pencipta, kayaknya gak perlu tuh kena virus QLC segala. Hehe. Have a great life ahead, ya!

?

Picture from : here

  • view 160