aku, kursi tua dan hujan

novi elkarim
Karya novi elkarim Kategori Puisi
dipublikasikan 04 April 2016
aku, kursi tua dan hujan

senja tadi hujan bercerita padaku
tentang memori singkat hari ini
kisah daun yang gugur dan kelopak bunga yang melayang
cerita lunturnya debu dan rumput yang basah,


ku duduk manis di kursi tuaku seperti biasa
menanti hujan bercerita tentang pelangi di hari hari lalu


1.. 2.. 3.. waktu hingga jemu ku menunggu
hujanpun beranjak ingin segera pergi
tergesa gesa ku memohon padanya,
?diam lah sejenak, dan ceritakan aku tentang warna-warni pelangi?
hujan menggeleng ?maaf aku harus segera pergi?
?kalau begitu bisakah kau kembali esok senja?
hujan tersenyum, tak berkata-kata,
hanya suara langkahnya perlahan meninggalkanku sayup-sayup ku dengar
namun dengan diamnya satu harapan masih tetap ada


hujan, datanglah kembali senja esok
karena aku dan kursi tuaku masih selalu disini,
di bingkai jendela usang tempat kami memandang pelangi.

  • view 165