Inikah Resolusiku?

Noviaurora
Karya Noviaurora  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Januari 2017
Inikah Resolusiku?

Hidup dikatakan selalu seimbang. Kesedihan dan kebahagiaan silih berganti mematri kenangan dalam hati dan memori. Satu kenangan dan kenangan yang lain akan memiliki makna yang berbeda. Karena orang-orang yang hadir dalam kenangan itu jua berbeda. Seperti halnya kesedihan -yang notabene paling ditakuti oleh manusia- dan kebahagiaan -yang notabene paling dicari oleh manusia, orang-orang akan silih berganti hadir dalam hidup seseorang. Dengan begitu, seorang anak manusia akan merasakan  sebuah pertemuan dan tentunya sebuah perpisahan. Pertemuan sangat mudah dihadapi oleh manusia, tetapi sebaliknya perpisahan adalah hal yang paling sulit untuk dihadapi. Bagiku, itu juga hal yang paling sulit. Jadi saat itu, aku sedang merindu karena sebuah perpisahan.

Aku sudah tidak merasa kehilangan lagi. Karena memang pada dasarnya aku tidak pernah memiliki. Saat itu, aku hanya rindu. Rindu pada dialog berbobot, sehingga -kurasa- sangat sulit bagiiku untuk bersendau gurau denganmu. Rindu pada banyolan dan motivasi yang sedikit sarkasme. Entahlah. Aku kesal, tetapi kamu masih saja menjadi atensiku. Dan pada akhirnya, aku menyadari kamu memiliki begitu banyak sisi. Sisi yang berbeda. Terlebih lagi, aku tahu tidak hanya aku yang merebut atensimu. Aku tahu banyak perempuan di luar sana yang menjadi atensimu. Hmm laki-laki tetap saja laki-laki ya. Maksudku, memiliki "naluri" laki-laki. Walaupun begitu, aku ingin mengucapkan "Terimakasih". Dengan begitu aku bisa pelan-pelan berjalan mundur dan menjauh darimu. Tidak. Bukan begitu. Pada kenyataannya, secara tidak sadar,  baik kamu maupun aku saling berjalan pada arah yang berlawanan. Iya, benar. Kita berpisah, padahal tidak pernah menyatu. Bodoh.

Begitulah kilas balik cerita pertemuan jua perpisahanku dengan seseorang yang berarti untukku tepatnya terjadi pertengahan tahun lalu. Dan melaluinya, aku menyadari bahwa setiap orang yang berlalu lalang di hidupku memilki makna tersendiri bagiku. Jadi, mulai sekarang dan seterusnya aku akan berhenti memilah-milah dunia ke dalam hitam dan putih, karena ada banyak hal yang tersembunyi di dalam keabu-abuan.

Bukankah begitu, Tuhan? Semua yang terjadi padaku, semua yang aku alami, semua orang yang bertemu dan berpisah denganku, baik itu baik ataupun buruk. Bukankah semua adalah hal baik yang Kau takdirkan untukku? Aku percaya semua ini adalah hal baik yang terbaik. Aku percaya semua orang-orang itu jua baik meski ada saja yang meninggalkan luka. Akan tetapi, aku tidak akan pernah merasakan bahagia yang sesungguhnya ketika tidak mengenal luka kan? Jadi, mulai sekarang dan seterusnya aku percaya semua yang terjadi padaku adalah hal baik yang terbaik.

Terimakasih Tuhan. Melalui orang-orang baik dan hal-hal baik -yang terbaik- yang terjadi padaku, aku menemukan banyak makna. Dan aku juga menemukan-Mu. Selalu menemukan cinta-Mu melalui orang-orang baik di sekitarku. Sekali lagi, aku melihat wajah-Mu. Jadi, mulai sekarang dan seterusnya aku percaya kemanapun aku pergi, apapun yang aku lakukan, dan dengan siapapun aku merajut kenangan akan selalu ada cinta-Mu yang termanifestasi dalam cinta sesama manusia, kenangan dan makna yang berharga.

Terimakasih untuk wanita yang bersahaja, yang mengajarkanku kesabaran, kelembutan, kekuatan dan ketulusan.
Terimakasih untuk sosok lelaki yang pekerja keras, yang mengajarkanku kedisiplinan, kesungguhan, kemandirian  dan keberanian. 
Terimakasih untuk teladan-teladanku yang menginpirasi, yang mengajarkanku untuk mengikuti hal-hal baik yang kalian lakukan, untuk tampil menjadi diri sendiri dan apa adanya.
Terimakasih untuk sahabat-sahabatku yang setia menemani, yang mau menerimaku apa adanya dan mendorongku untuk menjadi lebih baik atau membantuku ketika aku dalam keadaan susah dan terpuruk.
Terimakasih untuk seseorang yang sedang mencari jati dirinya, yang mengajarkan aku arti pentingnya belajar secara mendalam  dan not easily judge.
Terimakasih untuk seseorang yang sedang berusaha mencapai cita-citanya, yang mengajarkan aku arti pentingnya berusaha keras tanpa kenal lelah dan putus asa.

Sebenarnya, masih banyak sekali arti dan makna yang kalian berikan padaku. Hidupku menjadi lebih berwarna. Lalu masih banyak kata terimakasih yang ingin aku ucapkan pada kalian. Namun, diri ini belum mampu dan belum menjadi apa-apa, sehingga tak bisa memberikan apa-apa. Aku hanya mampu merangkulmu dengan doa.

Kini aku sadar bahwa hidup bukanlah serangkaian penyelesaian masalah, tetapi hidup adalah sebuah proses untuk mendapatkan pengalaman. Sehingga, aku membutuhkan waktu untuk mencari pengalaman itu. Aku membutuhkan waktu untuk menuntaskan tanggungjawab yang ada di depan mataku. Belum lagi, aku mulai mempunyai impian. Aku merencanakan, lalu aku melaksanakan. Jika masih cara ini masih belum benar, aku juga akan memperbaiki kesalahan-kesalahan. Semua ini untuk apa? Untuk mewujudkan impian-impianku tanpa ada lagi penundaan. Kali ini, aku sadar ada beberapa hal yang memang harus diselesaikan dengan tanganku sendiri.

Jadi mulai sekarang dan seterusnya, aku akan membuat hidupku jauh lebih berwarna.
Jadi mulai sekarang dan seterusnya, aku akan berhenti berpikir dari segi keterbatasan dan memulai berpikir dari segi kemungkinan. Karena aku percaya, yang aku perlukan hanyalah harapan dan kekuatan: berharap segalanya akan menjadi lebih baik dan kekuatan untuk bertahan hingga segalanya tetap baik.
Jadi mulai sekarang dan seterusnya, aku percaya bahwa masa depan adalah milik mereka yang percaya pada indahnya mimpi mereka.

Aku percaya. Tuhan tolong aku. Tolong, berikan aku sedikit keagungan dan sebagian kecil kemahaan-Mu. Sungguh, tanpa-Mu, aku tidak ada apa-apanya dan jua tidak dapat berbuat apa-apa. Ijinkan aku untuk bersyukur melalui memanfaatkan segala apa yang Engkau takdirkan untuk menjadi milikku, sehingga suatu saat nanti aku bisa berbagi dan bermanfaat untuk makhluk lain. Aku percayakan semua pada-Mu, Tuhanku, satu-satunya Rabbku.

  • view 212