Pendar Cahaya

Noviaurora
Karya Noviaurora  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Mei 2016
Pendar Cahaya

Tak aku sangka, kita bertemu dalam kesibukanku. Meluangkan waktu hanya untuk sekedar mengirim pesan. Tunggu, tetapi pesan-pesan ini bukan hanya sekedar pesan. Pesan-pesan ini adalah pendar cahayaku. Inilah pesan-pesan yang selama ini aku nanti. Inilah pesan-pesan yang selama ini aku damba. Inilah pesan-pesan yang kembali menggerakkan hatiku untuk membangkitkan Negeri dan ummat. Inilah pesan-pesan yang membuatku meniti kembali mimpi-mimpi yang dulu singgah di pikiranku. Tetapi, mulai sekarang mimpi-mimpi ini akan aku tanamkan bukan hanya di pikiran, tetapi jua di hatiku. Sehingga, ini akan menjadi alasan kuat bagiku untuk bertahan dalam dinamika rasa "mulur-mungkret". Sehingga, aku sadar bahwa akulah seorang mahasiswi, penggerak kemajuan Negeri. Sehingga, aku menjadi lebih berani. Sehingga, mata, pikiran, dan hatiku ini bisa melihat "dunia". Sehingga, mulai bisa memikirkan cara untuk sedikit berkontribusi pada Negeri tercinta ini. Sehingga, pendar cahaya yang kau berikan ini kelak bukan hanya bersumber dari lampu malam, tetapi jua matahari. Sungguh, berkirim pesan denganmu menjadi satu hal yang tak akan pernah kusesali.

Aku percaya kehadiranmu dalam hidupku baru-baru ini sudah menjadi skenario-Nya. Ini bukan hanya sekedar kebetulan. Akan tetapi, aku percaya ini sebuah takdir. Melalui sebuah takdir ini, Tuhanku memberi begitu banyak "jeweran". Ya, aku bahagia, aku sangat bersyukur Tuhanku masih mau mengingatkanku, melalui kamu tentunya. Aku harap pertemuan ini memang karena dan untuk Allah SWT. -Tuhan kita yang satu.

Ada sesuatu yang harus aku akui. Aku mengagumimu wahai sosok yang menginspirasi. Tetapi, sekarang, aku tak berharap lebih, bisa memilikimu. Aku belum merasa pantas untuk memiliki seseorang. Dan tentunya aku merasa sekarang ini belum waktunya untuk berkesempatan memiliki seseorang. Aku masih harus bereksplorasi dalam dunia ini. Menembus bola kaca yang selama ini menjagaku. Kamu penggerak hatiku. Dan untuk sekarang, dengan hanya melihatmu, selalu mendukungmu, dan medoakanmu dalam kejauhan sudah membuat hati ini berseri.

Terimakasih telah menginspirasiku dari hati dan jiwamu. Aku akan segera berproses. Tunggu aku, tunggu aku berada dalam puncak proses ini :)

"Lakukanlah sesuatu yang bisa membuat masa depanmu berterimakasih dengan dirimu sekarang" 

NB: Untuk Inspirator Malam, Pemberi Pendar Cahaya, jika kamu sudah membaca tulisan ini, anggap ini hanya sebuah "tulisan". Ingat, hanya sebuah tulisan belaka. Kelak, jika aku sudah mencapai proses dan hasil yang sama denganmu pasti kita dipertemukan kembali :)

Akan tetapi aku masih sangat penasaran. Akankah pesan-pesan kita berlanjut di masa depan? Aku harap iya. Dan tak hanya melanjutkan pesan, tetapi jua merajut kenangan :)

-Sekian-

  • view 144