Penjagaan-Mu

Noviaurora
Karya Noviaurora  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Mei 2016
Penjagaan-Mu

Teriknya matahari tak jadi penghalang untuk menemui sahabat-sahabatku. Bisa kubayangkan, betapa bahagianya ketika kami akan bertemu kembali, bercerita tentang dongeng kisah hidup kami, bahkan terkadang kami tak segan berdiskusi tentang isu-isu yang memang sedang hangat dibicarakan. Aku tak sabar untuk melanjutkan kenangan kami seperti dulu. Iya, seperti dulu. Akan tetapi, itu hanyalah angan-angan keinginanku.

Dulu ya dulu. Sekarang ya sekarang. Dulu dan sekarang jelas berbeda. Aku harus bisa memaklumi semua keadaan ini. Bagaimana pun caranya. Mereka secara kasat mata jelas berbeda. Entah itu make up tipis atau tebal, yang jelas keduanya terpampang apik di wajah dan bibir mereka. Tak seperti penampilanku -biasa, seperti dulu- hanya saja kata mereka aku memakai jilbab seperti mukena -alat sholat bagi perempuan muslim-. Sedikit tertohok? Jelas iya. Akan tetapi, aku semakin kekeh pada proses hijrah ini. Yang aku sadari... Kami tak lagi berjuang pada proses keistiqomahan. Kami tak lagi pada pergaulan yang sama. Tentu saja karena lingkungan baru kami memang berbeda. Akan tetapi, satu hal yang harus diingat wahai sahabatku, kita berasal dari lingkungan yang hampir sama.

Diam. Aku sedikit terhenyak pada obrolan meet-up kami kali ini. Bukan karena  aku saja yang single ataupun jomblo. Bukan karena aku minder tidak punya sosok spesial yang dapat aku ceritakan. Apalagi... Bukan karena aku iri pada kisah cinta mereka. Hanya saja, kisah cinta mereka naik pada beberapa level lebih tinggi, jauh meninggalkan aku. Aku diam, karena bingung dan bimbang apa yang harus aku katakan sebagai tanggapan. Maklum saja, curahan hatiku bukan tentang cinta tetapi hmmm masih saja berkelut pada organisasi, akademik, impian, cita-cita, dan pertemanan. Hanya itu. Diam seperti aku kehabisan bahan materi untuk sekedar memberikan pendapat pada kisah mereka.

Usiaku hampir 20 tahun, tetapi aku tak jua menemukan kisah cinta. Ya, harus aku akui itu. Mungkin karena aku terlalu tertutup, takut, bahkan enggan untuk bersosialisasi dengan lawan jenis. hmmm.. ini bukan tanda aku jones ya hahaha. Aku mengakui itu tetapi aku tidak menyesali itu. Alhamdullillah ada banyak hal positif yang dapat aku ambil. Ini semua karena Allah menjagaku. Menjagaku dari yang bukan mahram. Entah mengapa aku sangat bersyukur pada keadaan ini. Paling tidak, aku tidak perlu berpusing-pusing ria pada hal cinta yang masih semu.

Aku hanya ingin berbicara pada hati dan Rabb-ku:

Alhamdullillahirabbil'alamin.
Terimakasih atas penjagaan-Mu terutama pada diriku, ya Allah.
Terimakasih sudah membentengi dan menempatkanku dalam bola kaca-Mu.
Biarkan aku menuntut ilmu dari bola kaca ini.
Biarkan semua ilmu itu ada dalam otakku hingga suatu saat nanti aku mampu berkelana di luar bola kaca-Mu.
Hamba mohon kuatkan penjagaan-Mu dalam seiring berbagai macam kehidupan yang akan kami jalani nanti.
Hamba mohon kuatkan ingatanku dalam mengingat-Mu jua Bapak-Ibu kami, agar hati kami selalu tentram.
Sekali lagi,
Ya Allah, Maha Penjaga dan Maha Pelindungku, jagalah aku dan sahabatku tetap pada jalan-Mu.
Ya Allah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tunjukilah aku dan sahabatku dalam bimbingan cahaya-Mu.
Ya Allah, Ya Rabb-ku teguhkan dan istiqomahkan aku dalam jalan-Mu.

Semoga penjagaan-Mu selalu terlimpah pada kami hingga pertemuan kami pada syurga-Mu ya Rabb :)

  • view 98