Menuju Usia 23

Nonik Ristiawati
Karya Nonik Ristiawati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Februari 2017
Menuju Usia 23

Selamat tidur adik-adik :)
Tetaplah bangun dengan membawa senyuman hangat kalian. 
Tetaplah beraktifitas dengan semangat dan penuh enerjik. 
Jadilah penyejuk hati untuk orangtua kalian.
Jadilah pribadi terbaik kalian dan buatlah bangga orangtua dan keluarga kalian terlebih dahulu.

Sedang mengingat masa kanak kanak saya 12 tahun silam seperti mereka. Ternyata saya udah nggak kecil dan anak anak lagi ya *barunyadar haha. Usia 12 dulunya kini berbalik angka menjadi 21. Wow.. Waktu berjalan begitu cepat, saking cepatnya saya terkadang nggak menyadari bahwa sebentar lagi usia bakal 23 yang itu tandanya saya harus siap memasuki dunia yang sebenarnya. Bisa diartikan sebagai dunia masa dewasa matang yang siap terjun ke dunia karir. Karir adalah rencana, pilihan, dan jalan hidup. Dari satu sisi sebagai perempuan, sebetulnya nggak dituntut buat menjadi mapan, namun harus mandiri secara finansial. Nggak salah kan? Bagi saya tidak.
Di satu sisi, harus siap menghadapi berbagai pertanyaan yang mungkin akan sedikit menggelitik diri ini dan sedikit menekan jika orangtua sudah mulai menanyakan hal ini "Kapan ada yang datang ke rumah buat seriusin kamu?". What a... Lupakan 
Masih ada waktu untuk berbenah. Masih ada waktu untuk memperbaiki diri. Namun tetap, karakter dan kepribadian agak sulit dan cenderung tidak bisa diubah. Akhlak. Sikap. Adalah yang terpenting. 
Banyak belajar dari orang orang sekitar, pengalaman, dan kisah hidup orang lain.
Yang terpenting saat ini adalah luruskan niat supaya cepat segera lulus dari perguruan tinggi dan jurusan yang sudah kau pilih. Jangan menyesali yang sudah terjadi. Andaikata itu adalah keputusan terbaik lakukan saja. Toh, orang lain nggak bakal mengurusi hidupmu kelak. Lakukan yang terbaik untuk pilihanmu itu. Bismillah. Semoga Allah meridhoi 

#SedikitCerita

Sebenernya nggak ada gunanya menyesali semua yang sudah terjadi, ya walaupun terkadang penyesalan akan memicu diri untuk tidak melakukan penyesalan untuk kedua kalinya. Salah satunya dengan berkata "Yasudahlah, Mungkin Allah punya rencana yang lebih baik dan Allah Maha Perencana Terbaik." Terkadang saya suka ingin sekali menikmati apa yang sedang saya jalani saat ini, menyukai dunia ini, dan bisa menyelesaikan semua ini dengan jalan yang lurus, tidak keluar dari jalan seharusnya. Terkadang ingin berlari tapi tidak bisa, berasa berlari di tempat, ingin pergi jauh karena merasa tidak berkembang di dunia ini. Saya lantas berpikir, bagaimana saya menemukan dunia yang lain agar saya tetap bisa bertahan di dunia ini sampai pada waktunya? Akhirnya saya pun mengikuti organisasi di kampus saya, mencari posisi, jabatan, dan amanah yang memang saya senang dan passion saya disitu. Alhamdulillah, sekarang sudah lumayan terobati dan secara tidak sadar saya lupa akan penyesalan itu. Mungkin inilah jalannya. Memang sudah seperti ini jalannya. Saya berada disini mungkin Allah lebih percaya kalau saya disini...

  • view 83