Menembus Cinta

Nonik Ristiawati
Karya Nonik Ristiawati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 April 2016
Menembus Cinta

Kutatap diri ini yang ingin menginjak usia 20

Kukembali terlempar dalam buaian masa lalu

3 tahun yang lalu, tepatnya

Kumasih tabu dengan kata-kata ‘cinta’

Masih belum memahami makna tersirat dari setiap hurufnya

Saat kawan-kawan sudah bercerita banyak tentang cinta dan pasangannya

Saat itu aku cuma turut mendengarkan dan berbahagia dengan kabar itu

Terkadang kumerasa bingung dengan apa yang nama ‘cinta’

Apa itu ‘cinta’?

Apakah aku punya ‘cinta’?

Apakah aku sedang ‘mencintai’ seseorang?

Siapa sebenarnya yang sedang ‘kucintai’?

Apakah aku sedang ‘dicintai’?

‘Cinta’ itu seperti apa sih sebenarnya?

Dahulu, yang kutahu hanyalah sahabat, keluarga, belajar, sekolah, bimbel, idola sekolah

Motor kesayanganku, bubur ayam Cirebon, terlambat sekolah, jajan di kantin, dan perpustakaan yang adem

Tak ada kamus cinta yang pernah kubaca

Dan kukurang tertarik dengan kamus cinta

Seandainya pun ada kamus cinta sedang cuci gudang, belum tentu aku membelinya

            Disaat yang lain sudah berjalan dengan pasangannya

            Aku  hanya bisa menunggangi  bebek mesinku, rio.

            Aku hanya tersenyum dan pura-pura mengerti dengan istilah percintaan

            Ah…

            Tapi sayangnya aku tidak terlalu peduli

            Saat itu, bagiku, aku sudah sangat bahagia dengan semuanya

            Bahagia dengan keluargaku, sahabat-sahabat setiaku, sekolahku

            Apalah itu…

            Bukannya semuanya itu karena cinta?

            Apakah cinta hanya tertuju pada satu seorang manusia bernama adam?

            Hawapun bisa memberi cinta kepada yang lain

Tapi sejujurnya…

Aku masih penasaran dengan ‘cinta’ yang sedang kucari

Aku tidak main-main

Tapi ‘cinta’ itu tidak kunjung datang

Mengapa teman-teman dengan mudahnya mendapatkan ‘cinta’?

Dan dengan  mudahnya menerima ‘cinta’ yang hadir?

Apakah setiap ‘cinta’ yang hadir, mereka langsung membukakan pintu hati mereka?

Apakah semudah itu?

Oh Tuhan…

Aku bukan perempuan seperti itu

Mudah menerima kehadiran ‘cinta’ disaat aku tidak membutuhkannya

Apakah aku yang terlalu selektif dan perfeksionis?

Mungkin aku yang kaku dan idealis?

Kurang peka dan sering berbohong pada diri sendiri?

Entahlah…

 

  • view 113