Depok Menyambutmu

Ndangdeng Nurfitri
Karya Ndangdeng Nurfitri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Oktober 2016
Depok Menyambutmu

Hujan, apa kabarmu malam ini?
Beberapa menit yang lalu Depok menyambutmu.
pasti juga kau meramaikan belahan bumi lainnya.
Apa yang bisa aku gambarkan tentangmu?
Bahkan seperti cinta, ku dengar kau dan ku membaca kau begitu samar dijelaskan.
Orang bilang kau adalah kesialan, setiap kehadiranmu sepertinya hari adalah kelam, jengah dan muak.Terik matahari seakan musuhmu yang harus dibinasakan dan kehangatannya seakan musuhmu dalam selimut.
Orang bilang kau adalah kesedihan, ternyata langit juga bisa menangis. karena apa? Mungkin kau menjadi bagian dari tanda hidup. Ya. Kesedihan adalah sekian fase dari kehidupan. Tentang apa, biarlah manusia bercerita..
Orang bilang kau adalah pembuncah sang Rindu dari sarangnya. Hadirmu selalu mendorong hati tuk sang Rindu bergulat hingga tetes terakhirmu ke bumi. -Hah.. kayak iklan saja- setelah itu, tetapkah rindu menggelayut?
Orang bilang kau seperti merpati bagi sang ratu. Kau adalah teman bagi kesepian, kau adalah pertanda rezeki yang mengundi nasib.
Bagaimana hujan? dengan semua ini, apakah kemarahan, kesedihan, tawa atau cinta yang akan kau persembahkan pada manusia?

Segala asma manusia persembahkan untukmu.

  • view 126