Segitiga

Annisa Ambarwati
Karya Annisa Ambarwati Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 28 Maret 2016
Segitiga

Di hari ke 3 libur lebaran, aku di ajak seorang teman pria ku untuk berlibur ke wisata air

terjun. Aku biasa memanggilnya Sandi. Sebenarnya ia adalah kakak kelasku waktu SMP, tapi

kami saling mengenal saat telah lulus SMA itupun dari pertemanan di Facebook. Sekitar jam 9

pagi dia telah menjemputku bersama dengan seorang temannya yang biasa ia memanggilnya

Chandra yang ternyata ia juga kakak kelasku karna mereka berteman sejak SMP. Jujur saja

sebenarnya aku lebih tertarik untuk jalan bersama Chandra daripada Sandi , uuppss..secara

penampilan kedua sahabat itu memang berbeda. Sayangnya aku lebih dulu mengenal Sandi,

dan kemudian dari pertemuan saat liburan itulah aku mengenal Chandra. Kami tidak hanya

bertiga, setelah menjemputku Chandra mengajak kami untuk menjemput teman perempuannya

yang ku kira dia adalah kekasihnya.

Liburan yang tidak terlalu menyenangkan sebenarnya karna Sandi pun bukan kekasih

ku. Ku coba untuk menikmati waktu, dengan kondisi jalan yang masih sangat ramai oleh para

wisatawan dan akhirnya kami pun sampai ditempat wisata tersebut. Kami beristirahat sejenak

sebelum akhirnya memasuki kawasan air terjun. Bersikap seperti liburan bersama 2 pasangan

aku harus besikap seperti kekasih untuk Sandi dan Chandra pun memperlakukan perempuan

itu dengan perlakuan yang sama dengan aku dan Sandi. Aku merasa cemburu ketika melihat

Chandra menggandeng tangan perempuan itu saat melewati anak tangga walaupun tanganku

pun berada dalam genggaman Sandi. Entah mengapa aku merasakan hal itu padahal baru saat

itu aku mengenalnya.

Dan liburan bersama itupun usai. Setelah liburan itu Chandra sering chat ku di FB, aku

meresponnya dengan senang hati lalu ian meminta no HP dan pin BB ku. Hubungan kami pun

berlanjut, ia sering datang kerumahku dan menjemputku saat pulang kerja. Hubungan yang

tanpa diketahui oleh temannya si Sandi yang lebih dulu mengenalku. Dia menanyakan tentang

hubungan ku bersama Sandi,

Chandra : lo pacaran ya nis sama Sandi?

Aku : nggak, gue cuma temenan sma dia.

Chandra : serius nih, koq lo deket banget sama dia waktu kita jalan bareng? (dengan nada

sindiran)

Aku : iya serius, yaa biasa aja sih..lo juga yang kemarin lo ajak itu cewek lo yaa ? (membalikan

sindirannya)

Chandra : bukan, dia mantan gue pas SMP.

Aku : oohh.. (untuk mengakhiri obrolan itu, aku tidak ingin mengetahui tentang hubungan

mereka).

Seperti tidak peduli dengan Sandi dan perempuan itu, hubungan ku dengan Chandra

semakin dekat. Chandra sering datang kerumahku setiap malam minggu, makan malam dan

sering jalan bersama. Walaupun semakin dekat kami tetap menjaga hubungan ini hanya

sebatas teman, dan aku tetap menjalin pertemanan ku bersama Sandi seperti biasa walaupun

Sandi tetap tidak mengetahui hubunganku dengan Chandra.

Satu kejadian, saat malam minggu dan Chandra sudah janji untuk menjemputku pulang

kerja kami mampir untuk makan malam bersama, dengan waktu yang bersamaan hp ku

berbunyi pesan masuk saat ku lihat pesan dari Sandi yang ingin mengajakku untuk

menemaninya menghadiri acara pernikahan temannya dan Chandra pun baru bicara padaku

kalau memang mereka akan menghadiri acara pernikahan temannya. Aku menolak ajakan

Sandi dan melanjutkan makan malamku dengan Chandra. Keesokan harinya Sandi kembali

mengajakku untuk menemaninya ke acara pernikahan temannya yang lain, malam itu aku

terima ajakannya karna sedang tidak ada janji dengan siapa-siapa. Setelah pulang kerja, aku

mandi dan bersiap untuk pergi bersama Sandi. Waktu menunjukkan pukul 20:00 dan Sandi pun

telah datang untuk menjemputku.

Akhirnya kami pun pergi dan sesampainya ditempat acara itu yang ternyata tidak terlalu

jauh dengan sekolah SMP kami. Aku berjalan mendampingi Sandi untuk mengucapkan selamat

kepada pengantin dan duduk bersama tamu undangan lainnya. Betapa terkejutnya aku saat

melihat di satu meja bundar dengan beberapa tempat duduk yang telah terisi penuh dengan

para tamu yang ternyata mereka adalah teman-teman Sandi yang telah menunggunya dan satu

diantaranya adalah Chandra. Aku benar-benar tidak mengetahui kalau mereka akan menghadiri

acara yang sama. Saat itu aku tidak tahu harus bersikap bagaimana, yaa..walaupun aku dan

Chandra tahu kalau Sandi tidak mengetahui hubunganku dengannya, tapi perasaan saling suka

yang memang sangat terpancar ini tak bisa aku dan Chandra tutupi walau memang Chandra

belum mengungkapkan perasaannya terhadapku tapi sikapnya membuatku yakin kalau dia

memiliki perasaan yang sama denganku.

Sialnya lagi, tempat duduk ku berada ditengah-tengah mereka. Yaa..Chandra disebelah

kanan ku dan Sandi disebelah kiriku. Sungguh aku tidak tahu apa yang saat itu aku rasa, baru

kemarin malam aku jalan dengan Chandra dan malam ini aku menemani Sandi dan

dipertemukan dengan Chandra. Selama acara itu aku dan Chandra bersikap seperti orang yang

tidak pernah dan tidak mau kenal. Bagaimana tidak, ia terus membelakangiku yang duduk

disamping kirinya. Agar tetap terlihat seperti tidak apa-apa diantara kita, aku hanya ngobrol

bersama Sandi dan Chandra ngobrol dengan teman disamping kanannya dan kami sama sekali

tidak menegur sapa.

Dan akhirnya kami pun pulang dari acara itu, dengan perasaan yang sedikit lega karna

lelah berusaha untuk menutupinya aku pun meminta Sandi untuk langsung mengantarku

pulang. Satu hari tanpa kabar dari Chandra, tidak seperti biasa yang selalu mengucapkan

selamat pagi di Bbm, aku menunggu kabar darinya tetapi tidak berani menguhubunginya lebih

dulu. Dan keesokan harinya Chandra menghubungi ku kembali, dengan sikap yang sedikit agak

canggung aku mulai mencairkan suasana untuk mengembalikan hubunganku dengannya.

Bukan hanya sekali itu terjadi, karna itu sempat terulang kembali. Tepatnya saat malam

tahun baru, aku menunggu kabar dari Chandra untuk mengajakku menikmati malam pergantian

tahun itu bersama. Dengan rasa kesal, waktu sudah hampir malam ia tetap tidak

menghubungiku. Tiba-tiba handphone ku berbunyi ku berharap Chandra menghubungi ku untuk

mengajakku keluar, tapi ternyata nama Sandi lah yang ada dilayar handphone ku. Tanpa basa-

basi ia langsung mengajakku jalan , dan akupun langsung mengiyakan ajakannya dengan rasa

setengah hati daripada harus kesal menunggu kabar Chandra yang tak pasti. Dan hal itu pun

terulang lagi, aku diajaknya untuk berkumpul bersama teman tongkrongannya yang salah

satunya adalah Chandra.

Pada malam itu juga Sandi kembali mengungkapkan perasaannya kepadaku yang entah

sudah berapa kali dia mengucapkannya dan sebanyak itu juga aku menolaknya. Dengan alasan

lain aku tetap menolaknya karna aku masih berharap dengan sahabatnya itu (Chandra).

Dengan perasaan bersalah mendengar kalimat itu darinya , karna yang ada didalam hatiku

adalah sahabatnya sendiri.

Beberapa waktu berlalu tanpa mereka berdua, dan kami mulai melupakannya. Chandra

tetap mendekatiku dan akhirnya Chandra mengungkapkan perasaannya kepada yang ternyata

ia benar menyukaiku juga. Aku bahagia mendengar pengakuannya, sekaligus bingung harus

menjawab apa karna sejenak kami terdiam dan yang ada pikiran ku adalah hubungan

pertemanannya dengan Sandi.

Tetapi ia mengatakan untuk tidak meminta ku membalas perasaannya karna ia pun

tidak mungkin menyakiti hati sahabatnya yang memang sebenarnya Sandi pun menyukaiku.

Mendengar pengakuan dan pernyataannya , aku tak tahu harus merasa senang atau sedih.

Yaa..aku senang akhirnya aku mendengar kata-kata yang selama ini aku tunggu darinya tapi

disisi lain aku sedih dengan pernyataannya yang juga tidak ingin menyakiti perasaan Sandi.

Lalu bagaimana dengan perasaanku? (dalam hatiku menjerit). Aku tidak bisa menahan

perasaan ini dari awal aku mengenalnya.

Setelah itu tanpa jawaban dariku hubungan kami tetap berlanjut bahkan semakin dekat.

Mungkin Chandra juga telah meyakini aku memiliki perasaan yang sama tanpa harus ku

ungkapkan. Tanpa kepastian mungkin ini yang disebut HTS (Hubungan Tanpa Status). Entah

untuk apa kami menjali hubungan itu tanpa kepastian, tapi kami menikmatinya. Bahagia

memang, tapi sebagai perempuan aku pun ingin kepastian. Aku mulai lelah dengan hubungan

yang hanya seperti itu. Aku meminta kepastian darinya , aku ingin diperjelas hubungan ini karna

aku tidak ingin terlalu lama menahan perasaan dan menghianati perasaan sahabatnya Sandi.

Tetapi Chandra lebih memilih untuk tidak menyakiti perasaan Sandi jika dia mengetahui

hubunganku dengan Chandra.

Menyedihkan , mendengar kata-kata yang bukan aku harapkan. Semenjak itu terjadi ,

saat aku meminta kepastian kepadanya ia mulai jarang menghubungiku dan seperti menjaga

jarak. Aku pun tidak lagi menunggu kabarnya yang aku rasa ini memang tidak bisa dipaksakan.

Aku mengerti , dan aku tetap menjalin hubungan baik dengannya walau keadaannya tidak

seindah sebelumnya. Aku juga tetap berhubungan dengan Sandi, yang setiap kali bertemunya

ada perasaan bersalah. Dan sampai saat ini sangat ku yakini bahwa Sandi benar-benar tidak

mengetahui hubungan ku dengan Chandra selama ini, hubungan yang ku jalani dengan tanpa

sepengetahuannya untuk tetap menjaga perasaannya agar tidak lebih banyak yang merasa

tersakiti. Dan setelah itu semuanya kembali seperti tidak pernah ada Chandra dihidup ku dan

tidak terjadi apa-apa.


  • B.R. Karya 
    B.R. Karya 
    1 tahun yang lalu.
    Ini beneran bukan?

    • Lihat 7 Respon