Nyali Terakhir

Farah Adiba Nailul Muna
Karya Farah Adiba Nailul Muna Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Februari 2016
Nyali Terakhir

Aku hanya bisa ini, menyampaikan satu hingga dua bait kata yang kupunya. Menyerahkannya padamu untuk dibaca, sesekali menyembunyikan perasaan di balik maknanya. Meskipun tentang perasaan kadang selalu ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan.

Nyaliku hanya ini, berkabar dalam kalimat yang aku rangkai ketika menemukan kekaguman atasmu. Kata haruslah ada menghiasi kepala tanpa harus takut akan kehilangan, sebab hanya dengan ini aku bisa menyampaikan segala kerinduan.

Pernah aku tempuh semua perjalanan menuju hatimu tapi rasanya semua kini tak perlu. Aku hanya ingin menulis dan kamu membacanya, hal yang selalu kamu senangi , kan? Entah berapa banyak hal yang sudah kita lalui dan belum sempat aku tulis. Maafkan aku juga yang lebih sering lupa menulis semua hal yang belum sempat kita lakukan berdua. Jadi, kita nikmati saja semua cara yang pernah aku punya untuk pernah bisa saling menyapa. Setidaknya kini, kisah-kisah itu hadir membelai senyummu yang semoga tepat menemukan dimana harus berlabuh.

Dan kata adalah eksperimen sepanjang hidup yang tak akan pernah kuhentikan, sebab hanya dengan itu aku bisa menyembuhkan sedihmu, mengembangkan senyummu, atau menggenapi kenangan di pelupuk matamu. ?

  • view 69