Membalas Puisimu

Farah Adiba Nailul Muna
Karya Farah Adiba Nailul Muna Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 21 September 2016
Membalas Puisimu

Berkali-kali sudah kudapati bahwa rasa begitu menikamku

Memendam ini sangat menyakitkan untukku

Melihatmu, aku mampu tersenyum

disaat bersamaan aku mampu untuk terbaring, hening, diam

Luka ini begitu dalam hingga pasirpun tak dapat berkata apapun

hingga tangan tak mampu bergerak

lupa aku apa itu artinya cinta

(dibaca oleh Reza Rahardian dalam Ketika Tuhan Jatuh Cinta)

---Maka ini adalah balasan puisiku...

 

Kubilang cinta memang tak salah

Takut hanyalah kecemasan tak beralasan

Disini, rasa itu menyakiti

Tapi bagaimanapun ruang tunggu hati

Harus segera berganti penghuni

Teringat puisi-puisimu lari kesana kemari,

di hati, di kamar, di jalanan

di keping-keping harapan yang masih tersisa

Dan lari, kau tahu soal lari?

Lari adalah kata kerja untuk pergi

hingga membuatmu tak punya arti lagi

Dan aku, belum bisa memilih takdir seperti apa yang harus dijalani

Pilihanku hanya menenangkan rindu yang menggebu

Mengalahkan segala hal yang aku takutkan

Meninggalkanmu

  • view 196