“Cinta Tanpa Nama dan Hati yang Berakar untuk Indonesia”

Niken Larasati
Karya Niken Larasati Kategori Renungan
dipublikasikan 02 November 2017
“Cinta Tanpa Nama  dan Hati yang Berakar untuk Indonesia”

Cinta Tanpa Nama  dan Hati yang Berakar untuk Indonesia”

Kalau saja semua mata dan telinga tak berfungsi saya yakin semua akan mengandalkan hati, tapi jangan khawatir semua masih bisa diperbaiki karena sekalipun benteng perbedaan kian mudah di hancurkan namun hati kecil kita masih mampu bersuara dan mengendalikan.mau tidak mau, nyatanya hati kecil ini sudah tertanam sejak lahir dan berakar di negeri ini,walaupun di muka yang kedua setiap pemuda sering kali berselisih paham  dan menyuarakan perbedaan. kita masih punya “Cinta Tanpa Nama  dan Hati yang Berakar untuk Indonesia” hati berakar yang akan terus tumbuh  dan Cinta tanpa nama yang mengarahkan kita untuk tetap menjadi satu dan bekerja sama untuk Indonesia yang sudah tuhan takdirkan menjadi bagian peghuni bumi dengan segala konsekuensi yang ada.

Aku bagian dari pemuda –pemudi Indonesia, 26 tahun sudah aku mengisi ruang- ruang negeri ini untuk berlajar, bertahan hidup dan banyak lagi yang lainya , namun seringkali aku bosan dengan slogan -slogan yang mengatasnamakan golongan dan rasa pesimis yang menular.rasanya negeri ini layaknya berdiri di titik mati, sudah finish dan tidak ada kesempatan untuk berkompetisi kembali.

Realita memang berjalan, aku tidak mengacuhkan itu.. bahwa nyatanya saat ini satu langkah dari ku saja bisa berbeda cerita.rasa khawatir pun sering kali mendera dan bertanya akankan kami bisa bersatu untuk negeri tercinta karena nyatanya pandangan yang berbeda saja bisa membuat kita lupa akan sesama.jangankan yang tidak sama yang sama saja sangat terlihat tarik uratnya.

Setelah kenyataan itu hadir di hadapan kita, lalu apakah kita masih punya harapan untuk berkerjasama untuk Indonesia? Di saat perbedaan sedang marak-maraknya di gempar- gemparkan untuk memecahkan ikrar pemuda- pemudi Indonesia yang sudah terucap puluhan tahun lampau? Saya jawab tidak.mengapa begitu? Karena saya menganggap perkara ini perkara yang mudah sebenarnya. Kuncinya satu kita mau menengok dan merasakan. Menengok hati yang sudah berakar sejak lahir di negeri ini dan merasakan cinta tanpa nama yang tidak perlu kita ungkapkan namun cukup kita rasakan.ya kita masih punya itu untuk menjalankan tugas dan konsekuesi yang ada.percayalah…

Cinta Tanpa Nama; Aku tidak bermaksud mendahului hasil survey,  jika mungkin  ada Lembaga yang melakukan survey mengenai seberapa rasa Cinta yang di miliki setiap pribadi pemuda -pemudi Indonesia untuk negeri ini, tapi bagiku rasa cinta yang dimiliki pemuda- pemudi Indoneisa itu sangat besar walau sering kali tertutup oleh berbagai hasutan dan kepentingan golongan.cinta tanpa nama ini tak berbentuk tapi sungguh cinta  ini  memiliki kesakralan sangat kuat dan sulit di pisahkan, melekat dan akan menjadi pendorong yang senantiasa bertahan di saat kekuatan cinta yang mulai runtuh. Dan sudah ku bilang percayalah pada cinta tanpa nama ini, dan jika masih ragu coba pejamkan mata dan renungi bagaimana aliran kasih negeri ini berkorban untuk kita, setelah itu bangun dan bangkitlan bersama pemuda – pemudi yang lainya, walau kita tak sama namun kita bisa bekerjasama, bukan untuk aku, dia ataupun mereka tapi untuk Indonesia tercinta.

Hati Yang berakar ; hati itu sudah menancap cukup dalam di tanah ini, berakar kuat dan dan menjalar ke berabagai pelosok negeri, tidak usah mengelak. aku tau seberapun kuat hati yang berakar  ini menancap dia juga seringkali rapuh.tak apa…karena hati yang berakar ini juga sudah tak lagi semuda dulu. Ah tapi seberapun umurnya hati berakar ini akan terus menancap dan menjadi penopang bagi batang – batang yang mulai keropos.pemuda – pemudi negeri cobalah sesekali tengoklah hati yang berakar ini siapa tau dia bisa membantu menguatkan setiap langkah dan menjadi sandaran ketika kekacauan mulai menerpa negeri ini .

Bagiku, mudah …

Kita hanya perlu untuk sedikit peka dengan rasa yang sejujurnya ada

Jangan khawatir dengan kata dia dan mereka ..kita akan tetap menjadi berbeda dan akan terus bekerja sama,selamat menengok hati yang berakar dan cinta tanpa nama yang sudah menyatu di dalam diri kita setalah itu bergerak dan bersatulah wahai pemuda – pemudi Indonesia.  #sumpahpemuda2017 

 

 

Jakarta, 2 November 2017

Niken Larasati

  • view 20