Sebut saja dia air mata

Niken Larasati
Karya Niken Larasati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Januari 2016
Sebut saja dia air mata

Begitulah dia, datangnya terkadang tanpa dugaan bisa saja ekspresif atau terlalu dramatis namun dia alami dan jujur

?

pernah bertanya mengapa dia mengalir tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada kita ? contohnya ketika sedang asik membaca buku atau menonton film yang cukup menggugah sekujur tubuhmu. dialah penrespon yang paling cepat. apakah hati dan perasaanmu yang menyuruhnya, mungkin iya. disini medis mungkin tidak berbicara tapi ikatan hati dan air yang satu ini sungguh spesial.apakah hati dan air yang satu ini berkolaborasi untuk mewarnai hidup kita? menemani haru biru sampai tertawa bahagia.atau miungkin dia bisa berlaku seperti magic yang jatuh dengan sendirinya?

waktu menduga sudah cukup lama ada di pikiran kita, kedatangan air yang satu ini pun sudah ada sejak kita pertama lahir ke dunia saat tuhan mengijinkan kita untuk menjadi bagian dari dunia yang sementara, dialah pengantar ucapan selamat datang bagi kita dia datang bersama tangisan kecil yang sulit di artikan bahkan tidak hanya itu air mata juga menemani sambutan sanak saudara. sekian bulan air mata menemani kita tanpa maksud karena kita belum mampu berbicara, lambat laun kehadiran air yang satu ini di pelupuk matamu menjadi bahasa isyarat yang seketika dimampukan tuhan untuk berkomunikasi dengan ibu, ibu tau segala bentuk tangisan kita dan mengerti apa maunya. berselang tahun air mata menjadi lebih ekspresif dia hadir menemani tangisanmu, menemani rasa sakitmu, rasa kecewa, marah hingga bahagia dia akan selalu menemanimu, untuk menjelaskan tentang apapun yang tidak bisa di ungkapkan melalui kata - kata , tentang dalamnya perasaan yang sulit di bicarakan bahkan di saat terakhir saat matamu tertutup untuk selamanya

?

dan sebut saja dia air mata ?

?

29 Januari 2016

Niken Larasati?

?

?

?

?

?

?

?

  • view 113