artikel konseptual

Nita Tahir
Karya Nita Tahir Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Januari 2018
artikel konseptual

MENULIS CERPEN DARI PENGALAMAN

Yunita Tahir

142-211-1136

Mahasiswa UMK Semester tujuh



ABSTRAK

    Menulis cerpen atau cerita pendek adalah salah satu mata pelajaran dalam Bahasa Indonesia. Dalam menulis cerpen siswa biasanya mengambil dari beberapa sumber kadang akan menemukan berbagai kesulitan . Tetapi jika menulis cerpen berdasarkan pengalaman lebih mudah karena cerita tersebut diambil dari kejadian yang kita alami.

Kata Kunci: Menulis cerpen, pengalaman.

Pendahuluan

Menulis cerita berdasarkan pengalaman akan lebih mudah. Karena kita tidak perlu mengarang cerita. Selama ini kita melihat bahwa ketika menulis cerpen akan sangat sulit jika kita mencoba mengarang sendiri sehingga sangat menarik jika menulis cerpen diambil dari pengalaman sendiri atau orang lain. Kita bisa mengingat kejadian-kejadian dan mengumpulkannya jadi suatu cerita yang menarik.

Di Indonesia sendiri cerita pendek atau sering disebut cerpen sudah menjadi konsumsi yang bisa dikatakan wajib bagi setiap majalah maupun surat kabar.bahkan pemancar radio siaran, juga mempunyai rubric cerita pendek yang diasuh secara berkala. Seolah – olah cerpen telah menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari. Cerpen mempunyai pendengar dan pembaca yang disiarkan melalui radio. Bahkan tidak mungkin ada penggemar berat cerpen. Ini terbukti dengan andanya penerbit yang sengaja menerbitkan kumpulan cerpen berbentuk majalah secara berkala dan mampu terbit terus menerus.

Sesuai dengan sifatnya yang pendek itu, biasanya dapat dibaca dalam waktu singkat. Orang – orang yang sedang menunggu giliran di salon penataan rambut, bahkan dimana saja orang sedang menunggu. Cerpen dapat dibaca sambil menunggu atau sekedar membunuh waktu yang embosankan. Remaja yang memiliki kelebihan uang jajan justru sengaja membeli majalah yang berlabel “ Majalah Remaja” atau majalah khusus berisi cerpen. Tidak sedikit diantaranya berlangganan tiap terbit. Artinya majalah yang senantiasa memuat cerpen didalamnya itu merupakan konsumsi bacaan. (HTTP://WWW.KATAPENGERTIAN.COM/2015/12/PENGERTIAN-DAN-TUJUAN-MENULIS-CERPEN.HTML).





Bagian Inti

 

  1. Pengertian Cerpen

Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Maksud dari cerita pendek disini adalah ceritanya kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata atau kurang dari 10 (sepuluh) halaman. Cerpen biasanya hanya memberikan kesan tunggal yang demikian dan memusatkan diri pada satu tokoh dan satu situasi saja. Cerpen adalah jenis karya sastra yang memaparkan kisah ataupun cerita tentang kehidupan manusia lewat tulisan pendek. cerpen juga bisa disebut sebagai karangan fiktif yang berisikan tentang sebagian kehidupan seseorang atau juga kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh saja. Menurut pendapat beberapa ahli cerpen dapat diartikan sebagai berikut :

Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerpen dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan (Kosasih dkk, 2004:431).

Nugroho Notosusanto (dalam Tarigan, 1993:176) mengatakan bahwa cerpen adalah cerita yang panjangnya di sekitar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi yang terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.

Menurut menurut, H.B. Jassin Sang Paus Sastra Indonesiamengatakan bahwa: yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, & penyelesaian.

Sedangkan menurut, A. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa: yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara 500 – 20.000 kata, adanya satu plot, adanya satu watak, & adanya satu kesan.

Dan menurut, Aoh. KH, mendefinisikan bahwa: cerpen adalah salah satu ragam fiksi / cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek.

(http://www.kangaryagading.ga/2017/02/teks-cerpen-pengertian-tujuan-ciri.html)

 

  1. Unsur-unsur Cerpen

 

    Sebuah cerpen merupakan satu karya yang utuh dan terdiri atas unsure – unsure yang     membentuk     atau membangun cerpen dari dalam cerpen itu sendiri yang disebut unsure     intrinsic, sedangkan     unsure – unsure diluar konstruksi namun ikut membangun sebuah     cerpen disebut unsure     ekstrinsik. Unsur ekstrinsik  dan instrinsik merupakan sebuah     kesatuan yang utuh. Keduanya     seperti organ – organ ynag menyusun tubuh     manusia beserta ruh yang menghidupkannya.

    1.Unsur-unsur Intrinsik Cerpen

  1. a)     Tema dan Amanat

Tema dan amanat merupakan dua unsure yang terpisah namun berhubungan keduanya.     Sering     kali kita dapat menentukan amanat sebuah cerpen berdasarkan temanya.

  • Tema

    Tema merupakan suatu gagasan, ide, atau pikiran utama yang mendasar pada siuatu     cerpen. Alasan pengarang menyajikan sebuah cerita adalah untuk mengemukakan sebuah     gagasan atau     konsep sentral kepada para pembaca. Dalam cerpen ada duatema yaitu     tema besar atau umum dan     tema sederhana. Tema besar berupa tema yang berkaiatan     dengan masalah social, agama, politik, pendidikan dan lain – lain. Sedangkan tema     sederhana berupa yang berhubungan dengan personal atau individu, biasanya     berupa     masalah tentang persahabatan, kekeluargaan, dan lain sebagainya.

    Sebuah cerpen dapat mengandung satu tema saja, tetapi juga dapat mengandung beberapa     tema saja yang berpusat pada tema sentral.

  •  Amanat

    Amanat dapat berupa jalan keluar dari masalah yang dialami oleh tokoh. Amanat dalam     cerpen     dapat ditampilkan secara implicit (tersirat) maupun secara eksplisit (tersurat).

  1. b)Alur

Alur atau plot disebut juga jalan cerita. Rangkaian dalam cerita tidak harus ditamnpilkan     secara     berurutan.

Pengurutan peristiwa dapat didasarkan pada kepentingan peristiwa dalam membangun     cerita.     Alur dapat dimulai dari mana saja, misalnya dari konflik yang telah meningkat,     tidak harus bermula dari tahap perkenalan.

Dalam cerpen alur dibagi tiga jenis yaitu alur maju (progresif), alur mundur (     regresif/kilas     balik/flash back) dan alur maju mundur. Alur maju penampilan alur     dengan deretan peristiwa     yang disusun secara kronologis atau peristiwa yang     disajikan terjadi sebelumnya atau lebih     terfokus pada peristiwa – peristiwa     sebelumnya, untuk mengisi sela dalam cerpen tersebut. Dan     yang terakhir adalah     alur maju meundur merupakan rentetan cerita yang diawali dengan urutan     kronologis dan     di sela dengan peristiwa sebelumnya, kembali lagi keperistiwa awal dan begitu     seterusnya sampai akhir cerita.

  1. c)Tokoh

Istilah tokoh mengacu pada pelaku dalam cerita, yang dapat berupa manusia, binatang     dan lain sebaginya. Hubungan antar tokoh dapat menghasilkan atau menjalin peristiwa     didalam cerita. Berdasarkan sifatnya tokoh dibagi menjadi tiga, yaitu ; protagonist,     antagonis, dan tritagonis. Protagonis merupakan tokoh utama yang bersifat baik.     Antagonis adalah tokoh yang berwatak jahat. Dan tritagonis adalah tokoh yang     membantu berdasarkan protagonist maupun antagonis. Sedangkan berdasarkan     fungsinya tokoh dalam cerpen juga dibagi menjadi tiga yaitu

    Tokoh Utama (Sentral)

Tokoh utama adalah tokoh yang memegang peranan penting sehingga dapat disebut     sebagai tokoh yang menjadi sentral atau pusat cerita. Dalam cerpen Harmonika     Kuno     tokoh aku merupakan tokoh utama.

    Tokoh Pembantu

Tokoh pembantu merupakan tokoh yang medukung cerita tersebut. Yang kehadirannya     diperlukan untuk menunjang tokoh utama, Dalam cerpen Harmonika Kuno. Tokoh papa     merupakan tokoh pembantu.

    Tokoh Figuran

Tokoh ini digunakan sebagai pelengkap saja dalam sebuah cerpen. Dan kehadirannya     tidak begitu     penting dalam cerpen tersebut

  1. d)Penokohan

Penokohan merupakan cara mengarang untuk menggambarkan perwatakan dalam setiap     cerita.     Watak setiap tokoh baikbaik, buruk, disajikan dengan teknik penokohan. Ada dua     metode penyajian tokoh yaitu :

    1)      Metode analistik atau langsung / tersurat

Pengarang memaparkan watak tokohnya dengan diskripsi langsung, atau dapat juga     menambahkan komentar tentang watak tokoh tersebut. Selain itu pengarang dapat     mengisahkan     sifat – sifat, hasrat, pikiran maupun perasaan tokoh melalui panca indera.

    2)      Metode dramatic atau tidak langsung / tersirat

Pengarang memamparkan tokoh dengan tingkah laku, tindakan, atau lingkungan tokoh     tersebut. Biasanya dalam bentuk percakapan atau dialog.

  1. e)Latar / Setting

Umumnya, latar sebuah cerpen terdiri atas latar waktu, tempat dan suasana. Latar – latar     tersebut berfungsi memberikan informasi situasi didalam cerpen dan     menggambarkan atau sebagai proyeksi keadaan batin para tokoh.

  1. f)Sudut pandang atau Point of View

Sudut pandang merupakan visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh –     tokohnya dengan cara bercerita. Sudut pandang dibagi menjadi 3:

    Sudut pandang orang pertama.

Pengarang menggunakan kata ganti orang pertama misalnya aku atau saya. Jadi pencerita     atau naratore termasuk tokoh didalam cerpen.

    Sudut Pandang Orang Ketiga

Sudut Pandang Orang Ketiga disebut juga sudut pandang maha tau. Artinya pencerita,     termasukkeadaan batin tokoh. Namun ada kalanya penceritaannya hanya sebagai     pengamat. Biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga misalnya. Ia/ dia dan nama     orang.

    Sudut pandang campuran

Pengarang menggunakan kata ganti ornag pertama dan orang ketiga utnuk membaur     antara     pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Kadang pengarang menggunakan     tokonya sebagai narator.

    Unsure Ekstrinsik

Merupakan unsur pembangun cerita yang berasal dari luar yang mendukung berhasilnya     sebuah cerita. Seperti: biografi pengarang, agama, status social, dll.

    Manfaat Cerpen

  1.     Manfaat menurut Filosof Yunani Kuno

Aristoteles menganggap bahwa karya sastra berfungsi sebagai katharsis atau pencucian     emosi.     Artinya karya sastra dapat membebaskan pembaca sekaligus pengarang dari     tekanan emosi, batin     dan perasaan sementara Plato berpendapat bahwa tema – tema     karya sastra, seperti komedi dan     tragedy dianggap sebagai santapan jiwa yang     mampu merangsang emosi manusia, serta dapat     memperkaya pengalaman batin     kita.  Selain itu ada teori Mimesis mengangagap bahwa karya     sastra sebagai tiruan     dari alam, meskipun tidak sama benar.

    Manfaat secara umum

Banyak sekali alasan orang menulis cerpen, misalnya untuk mengungkapakan kembali     fikiran, perasaan dan pengalaman dalam bentuk sebuah cerita pendek. Selain itu menulis     cerpen juga dapat menjadi sarana curahan hati agar terkenal dan diperhitungkan oleh     orang lain. Namun ada juga uyang dikarenakan hobi atau sekedar mengerjakan tugas dari     guru. Sama hal tersebut membuktikan bahwa manulis cerpen banyak manfaatnya.

    (http://serbamakalah.blogspot.co.id/2013/02/menulis-cerpen.html)

 

  1. Cerpen lewat pengalaman

 

Menulis Cerpen Berdasarkan Peristiwa yang Pernah Dialami - Semua manusia punya cerita yang dialami selama hidupnya. Setiap hari kita mengalami berbagai pengalaman yang mewarnai hidup kita. Bermacam kejadian itu bisa kita abadikan menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat. Salah satu cara untuk mengabadikan cerita yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan menulisnya menjadi sebuah cerpen.

Menulis cerita berdasarkan peristiwa yang pernah dialami sendiri tentu akan lebih mudah, karena kita tak perlu mengarang cerita. Kita hanya perlu mengingat kembali kejadian demi kejadian yang pernah kita alami dan menulisnya.

Sebelum menuangkan pengalaman ke dalam sebuah cerpen, terlebih dahulu kita harus mengtahui unsur intrinsik cerpen, yang meliputi tema, alur, penokohan, setting, sudut pandang, dan amanat. Setelah memahami unsur-unsur intrinsik cerpen barulah kita memulai langkah-langkah untuk menulis cerpen.

Bagian penutup

 

            Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang berbentuk prosa. Seperti pengertian tentang karya sastra yang lain, tetapi cerpen terkesan lebih pendek dan singkat. Sebuah cerpen merupakan satu karya yang utuh dan terdiri atas unsur – unsur yang membentuk atau membangun cerpen dari dalam cerpen itu sendiri yang disebut unsure intrinsik, sedangkan unsur – unsur diluar konstruksi namun ikut membangun sebuah cerpen disebut unsure ekstrinsik. Manfaat menulis cerpen adalah untuk mengungkapakan kembali fikiran, perasaan dan pengalaman dalam bentuk sebuah cerita pendek. Selain itu menulis cerpen juga dapat menjadi sarana curahan hati agar terkenal dan diperhitungkan oleh orang lain.



Daftar Rujukan

 

http://serbamakalah.blogspot.co.id/2013/02/menulis-cerpen.html

HTTP://WWW.KATAPENGERTIAN.COM/2015/12/PENGERTIAN-DAN-TUJUAN-MENULIS-CERPEN.HTML

https://pengertiandefinisi.com/pengertian-menulis-menurut-pendapat-para ahli

http://www.kangaryagading.ga/2017/02/teks-cerpen-pengertian-tujuan-ciri.html

 

  • view 114