Nita Tahir_puteri,Kutu dan Tambur

Nita Tahir
Karya Nita Tahir Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 Desember 2017
Nita Tahir_puteri,Kutu dan Tambur

Pulau Rote adalah tanah kelahiranku kepulauan yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur, kepulauan ini merupakan wilayah paling selatan Indonesia. Daerah ini terkenal dengan kekhasan budidaya lontar, wisata alam pantai, musik sasando, dan topi adat Ti’i Langga. Di daerahku pulau Rote terdapat juga beberapa cerita mitos yang diceritakan turun temurun salah satunya mengenai alat musik gong.

Konon pada zaman dahulu kala hiduplah seorang Raja yang terkenal baik, bijaksana, dan sangat disenangi oleh rakyatnya. Raja hanya hidup berdua bersama dengan putri beserta para pengurus di kediamnnya.  Istri raja telah meninggal dunia saat dia melahirkan putrinya, raja sangat menyayangi putri semata wayangnya. Putri raja sangat terkenal karena kecantikanya, ia juga mempunyai tabiat yang sangat baik sehingga disenangi oleh masyrakat.

Di suatu pagi yang cerah terlihat putri yang sudah beranjak dewasa sedang menyisir rambutnya, saat sedang menyisir rambut dia mendapat seekor kutu yang berasal dari rambutnya, putri pun segera memberitahu raja.

“Wahai ayah saat saya sedang menyisir rambut saya mendapat kutu yang berasal dari  rambut  ku.”

Raja pun mengambil kutu yang dipegang putri kemudian ia menyimpannya dalam sebuah peti kayu yang berukuran cukup besar.Tiga bulan kemudian raja membuka peti tempat yang ia simpan kutu anak gadisnya itu, betapa terkejutnya raja karena kutu itu telah berubah menjadi sangat besar memenuhi peti tempat raja menaruh kutu putrinya, raja pun segera memanggil putrinya seraya mengatakan.

“Putriku kutumu yang ayah simpan di peti telah berubah menjadi sangat besar akan kita apakan kutu ini.”

setelah dipikir-pikir sang raja pun mengatakan “Ayah akan belah kutu ini dan menjemur kulitnya.”

Kemudian tanpa sepengatahuan dari siapapun kecuali raja dan putrinya membelah kutu itu lalu menjemur kulitnya. Setelah dijemur selama tiga bulan kulit kutu itu telah berubah menjadi sangat keras, raja pun membuat tambur dari kulit kutu untuk dilapiskan pada gong alat musik yang terkenal dari pulau Rote.

Konon waktu itu tambur belum dikenal masyrakat yang ada hanyalah gong. Sehingga munculah sebuah pikiran dari raja untuk membuat tambur. Setelah membuat tambur dan ditaruh pada gong, raja mengadakan pesta besar dikediamannya, dia mengundang seluruh rakyat yang ada didesanya maupun dari desa-desa lainnya.saat pesta berlangsung raja memamerkan tambur buatannya yang telah ditaru pada Gong seraya mengumumkan sebuah Sayembara yang berisi.

“Siapapun yang dapat mengetahui dari kulit apakah tambur yang berada pada gong raja maka akan di nikahkan dengan putrinya.”

Selama pesta berlangsung banyak warga yang berdatangan dari desa-desa sebelah pun semuanya berkunjung, para lelaki saling menyuarakan pendapat mereka tetapi tidak ada satupun jawaban dari mereka yang benar sama sekali. Pesta diadakan sampai tiga hari berturut-turut hingga akhirnya raja pun kewalahan .

”Kira-kira siapakah gerangan laki-laki dari seluruh desa ini maupun desa-desa lainnya yang berada di pulau Rote yang belum datang ke pesta saya?” tanya raja.

Tiba-tiba seorang lelaki dengan penampilan yang cukup mengerikan, tubuhnya dipenuhi luka-luka, pakaiannya compang-camping keluar dari gerombolan masyarakat dan maju ke depan.

“Saya tau saya tau dari kulit apakah tambur pada Gong milik raja, tambur itu terbuat dari seekor kulit kutu, kutu yang berasal dari rambutnya putri” jawabnya.

Lelaki itu pun mulai menceritakan setiap kejadian.

“Awalnya putri sedang menyisir rambutnya, lalu putri pun mendapat seekor kutu dari rambutnya dan menyampaikan kepada raja. Raja lalu menyimpan kutu itu di dalam sebuah peti, tiga bulan kemudian ketika raja membuka peti tempat kutu putri disimpan betapa terkejutnya raja karena kutu itu telah berubah menjadi besar memenuhi peti. Raja segera memanggil putri, setelah dipikir-pikir akhirmya tanpa sepengatahuan dari siapapun selain raja dan putri, raja pun langsung membelah kutu itu kemudian kulit kutu itu dijemur selama tiga bulan lamanya akhirnya jadilah tambur yang sekarang dipakai pada gong raja.”

Betapa terkejutnya raja dan putri karena pemuda itu dapat mengetahui dengan jelas kejadiannya, putri pun langsung menangis dan mengadu kepada ayahnya bahwa dia tidak ingin dinikahi pria itu namun nasi telah menjadi bubur bagaimana pun putri harus menikah dengan pria itu. Konon orang-orang meyakini bahwa lelaki itu adalah jelmaan iblis, dan diyakini seekor tokek karena kulitnya mirip tokek.

Pernikahan putri pun berlangsung dengan penuh kekecewaan dan rasa menyesal dari raja bahkan semua penduduk ikut merasakan hal yang sama. Selama acara berlangsung putri hanya menangis tersedu-sedu meminta belas kasihan dari raja. Putri pun merengek pada raja ayah apa yang harus aku lakukan aku tidak ingin menikah dengan lelaki itu, apakah aku harus menikah dengan lelaki yang rupanya seperti itu dan jauh pergi meninggalkan ayah dan desa ini. Raja pun menatap sedih putri semata wayangnya dia merasa bersalah karena menyelenggarakan sayembara dan membuat anaknya sebagai taruhannya.

Keesokan harinya dengan berat raja harus melepaskan putrinya pergi mengikuti suaminya sesuai adat setelah menikah, raja memasuki kamar putrid, raja melihat putri yang semakin kusut dengan keadaan putri semakin iba, raja pun mengeluarkan sebuah ikat pinggang lalu dia menyodorkan kepada putri seraya mengatakan.

“Ambil ikat pinggang ini saat kamu pergi bersama suamimu kalian berdua akan menunggangi kuda, karena ayah percaya bahwa suamimu bukanlah manusia pasti kalian berdua akan berjalan jauh, tetapi ketika sampai di desa suamimu maka dia akan meninggalkanmu sendiri untuk memanggil saudara perempuannya untuk menjemputmu,Ketika dia pergi meninggalkanmu sendiri maka ambilah ikat pinggang ini dan pukulah pada kuda yang kalian tunggangi.”

Setelah memberi ikat pinggang itu dan mencium kening putrinya rajapun keluar dari kamar. Rombongan putri bersama suaminya pun pergi mulai berjalan meninggalkan kediaman raja. Setelah sudah cukup jauh rombongan dari putri mulai pulang kembali kedesa meninggalkan putri dan suaminya untuk melanjutka perjalanan.

Seperti yang diduga oleh raja dan kepercayaan masyrakat lainnya bahwa suami putri merupakan jelmaan dari iblis yang berubah menjadi tokek dan mengetahui setiap kejadian yang terjadi., perjalanan yang ditempuh putri bersama suaminya sangatlah panjang dan melelahkan tetapi belum juga sampai di desa suaminya .

Hari telah gelap setelah lama diperjalanan akhirnya berhentilah kuda mereka disebuah hutan, suaminya pun turun dari dari kuda mengatakan kepada putri.

”Tunggulah putri disini desaku sudah dekat saya akan pergi memanggil saudara perempuanku untuk datang menjemput putri.”

Setelah suaminya berjalan cukup jauh  sesuai yang disampaikan ayahnya putri segera mengambil ikat pinggang yang diberikan oleh ayahnya kemudian ikat pinggang itu dia pukul pada punggung kuda yang mereka tunggangi. Kuda itu pun tiba-tiba berubah menjadi sebuah rumah dan rumah itu telah diisi dengan perlengkapan perabotan rumah.

Saat suami putri kembali, karena dia adalah iblis maka dia mulai bingung dia melihat putri tetapi dia tidak mengenal putri lagi.

“Apakah engkau melihat istri ku disini? Tadi saat aku pergi aku meninggalkan dia bersama seekor kuda yang kami tunggangi” tanya lelaki itu.

“Tidak aku tidak melihat siapun saat aku disini, aku sudah lama berada dalam rumah tapi saat aku keluar aku tidak melihat siapa pun”. Jawab putri.

Setelah lelaki itu pergi putri pun duduk termenung dia memikirkan bagaimana caranya agar segera pergi dari tempat ini, tiba-tiba lewatlah seorang bapak tua putri pun memanggil bapak tersebut

“Bapak hendak kemana bapak pergi singgahlah dirumahku akan saya ambil minum buat bapak.”

Setelah menahan bapak itu, putri segera berlari kecil ke dapur lalu keluar membawa segelas air minum.

“Terimakasih wahai anakku, saya dari hutan pergi mencari beberapa buah untuk dibawa kepasar dan dijual.” jawab bapak itu sambil menunjukan karungnya.

“Dari manakah kamu berasal anakku, selama ini saya tidak pernah melihat ada rumah dihutan ini?.” tanya bapak itu dengan raut wajah yang terheran-heran karena bapak ini tidak mengenal putri.

“Sebenarnya sesuatu telah terjadi padaku, bisakah saya minta bantuan kepada bapak mengirim pesan kepada Raja.” jawab putri sambil menyodorkan sebuah kertas.

“Baiklah anakku kalau begitu terinakasih saya akan melanjutkan perjalanan.”

Bapak tua itu pun pergi meninggalkan putri sendiri dihutan bersama tempat tinggalnya, putri berharap bapak tua itu segera mengantar surat itu kepada Raja.

Dilain tempat bapak tua itu yang sudah sampai kepasar segera menjual buah-buahannya, dalam hatinya ia berpikir

“Setelah menjual buah-buahnku, aku harus segera bertemu raja untuk menyampaikan surat yang di dapatnya tadi.”

Setelah terjual habis buah-buahnnya, ia segera pergi ke kediaman raja, ia pun menyampaikan maksud dan tujuannya kepada seorang pengawal raja.

“Berikanlah surat ini pada raja, aku mendapat surat ini dari seorang gadis yang aku temui dihutan.”

Pengawal pun segera mengambil surat itu dan langsung masuk kedalam kediaman raja lalu diberikan kepada raja. Raja yang selama ini terlihatsedih karena ditinggal oleh putri semata wayangnya langsung terkejut dan menangis bahagia, terjadi sedikit keributan karena ia langsung memerintahkah para pengawalnya untuk segera menjemput putri. Raja pun langsung pergi bersama rombongan. Selama tiga hari waktu yang dilalui untuk sampai di tempat putri.

Teriknya panasa matahari saat siang hari tidak dihiraukan oleh raja, yang dipikirkan hanya ingin segera bertemu dengan putrinya, sampailah raja ditempat putri, dari kejauhan dia melihat putri dengan mata yang sendu dan senyum bahagia, setelah sampai dia langsung memeluk putrinya, putripun ikut menagis melihat ayahnya.

“Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu baik-baik saja? ” tanya raja dengan suara bergetar karena menangis.

“Oh ayah aku baik-baik saja berkat ikat pinggang yang diberikan oleh ayah aku bisa berteduh dalam rumah ini.” jawab putri disela isakan tangisnya.

Akhirnya raja dan putri beserta rombongan pun pergi kembali ke kediamannya dan hidup bahagia selamanya.

  • view 37