Dipeluk Hujan

Nisita Aulia Fatahida
Karya Nisita Aulia Fatahida Kategori Lainnya
dipublikasikan 12 Maret 2016
Dipeluk Hujan

Emperan stasiun sore kemarin terlihat lebih penuh dari biasanya, orang orang berjajar, ada yang duduk, berdiri, jongkok, bersandar, mengangkat telfon, ngobrol, bengong. tenggelam dalam tunggu, mereka sedang menghindari sesuatu, sedang aku berjalan melewati mereka, tak sedikit yang kemudian memperhatikanku, melihatku dengan tatapan aneh. ?aku mengenakan stelan yg match? fikirku. aku hanya berlalu, dan melemparkan senyum kepada mereka.
Hujan memelukku

parkiran stasiun masih basah sore itu, terlihat genangan kecil kecil hingga besar dimana-mana. aku masih dengan langkahku, sembari menghentakkan ?kakiku sesekali, menciptakan cipratan kecil hingga besar. menyenangkan, hampir semua dari kita pernah melakukan & menikmati ini bukan.
Hujan memelukku

kuhampiri motorku, ku keluarkan kertas parkir yang hampir sobek karena tersimpan basah di saku rokku. aktifitas stasiun masih padat sore itu, namun orang-orang lebih memilih menunggu. pun dengan orang-orang didepan dan dibelakangku. Semua kompak untuk tidak saling buru-buru, semua menunggu, pundenganku.
Hujan memelukku

kulihat jam tanganku yang sudah mulai berembun, juga kacamataku, kuseka sesekali dengan permukaan jemariku yang sudah mulai keriting. semua orang seolah kompak sore itu, mengenakan kostum dengan bahan yang hampir sama, dan tujuan yg hampir sama, supaya tidak basah apa apa yg ada didalamnya. Namun tidak denganku, aku masih menikmati air yang makin deras mengalir lalu menetes lewat ujung2 bajuku, kemudian kuperas sewaktu waktu.
Hujan memelukku

hujan memelukku sore itu, erat dan semakin erat, sepertinya dia sangat mengetahui suasana hatiku. dingin juga menyelimutiku, ia ingin agar aku tenggelam dalamnya, mengabaikan segala rasa, menyembuhkan sakit yang datang tiba-tiba.
kupacu motorku pelan-pelan, kunikmati hujan dan dingin yang sangat baik hati padaku sore itu, bukan sepertinya mereka seperti itu selalu. bagaimana jika kau datang tiap hari hujan? karena jika rasa sakit itu tiba tiba datang aku hanya perlu melepas jas hujanku kemudian aku akan tenggelam dalam pelukanmu, dan dingin tak akan segan segan menyelimutiku. kemudian menggigil akan menjadi obat paling manjur untuk rasa sakit yang tak terperi itu.
Hujan memelukku

akhirnya, hujan turun lagi sore ini, aku bilang apa, dia yang paling mengerti apa yang membuncah di hati ini.

Hujan memelukku lagi

  • view 152