Doktrinasi Perasaan

Rusia Nisa
Karya Rusia Nisa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Juni 2016
Doktrinasi Perasaan

Pergilah. Jika memang kau harus melakukannya. Menghilanglah dan jangan kembali lagi. Tak ada gunanya kita saling bicara. Rangkaian aksara tak mungkin lagi membawa kau dan aku pada titik awal kita bertemu. Aku akan melupakanmu. Secepat yang kumampu.

Berlalulah. Jangan bicara padaku meski hanya sebuah salam perpisahan. Kita sungguh tak berpisah. Karena perasaan kita tak pernah benar-benar bertemu. Tatap mata yang saling mengunci, lirikan penasaran yang begitu mendebarkan, dan pembicaraan singkat yang terasa begitu canggung, ternyata hanyalah doktrinasi perasaan kita sendiri. Sebetulnya kita baik-baik saja, kan?

Ketahuilah, aku bahkan tak pernah berpikir bahwa ada sesuatu yang perlu diperjelas di antara kita. Kau dan aku, adalah hitam dan putih. Kita berdiri pada garis batas yang jelas. Jangan membuatnya menjadi abu-abu. Jangan mengaburkannya hanya karena kau ragu.

* * *

Selangkah kau menjauh dari tempatku berdiri. Langkah-langkah berikutnya menyusul mengikuti melodi patah hati. Aku masih tak beranjak se-inci pun. Sesaat setelah sosokmu hilang, aku menemukan jawabannya; Tak ada yang perlu diakhiri, sebab kita tak pernah memulai apapun.

Membiarkanmu pergi begitu saja tanpa meminta penjelasan, apakah aku terlihat menyedihkan?

  • view 110