Surga yang Tak Selalu Indah

Nisa Tsamratul Fuadah
Karya Nisa Tsamratul Fuadah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Juni 2016
Surga yang Tak Selalu Indah

Surga yang tak selalu indah

Surga yang orang identikan dengan keindahan, kesenangan, kebahagiaan, tanpa cacat sedikitpun adalah surga harapan bagi setiap orang. Namun tahukah kamu sayang? kita telah memiliki surga. Surga yang tak selalu indah. Ya, itu rumah tangga kita.

Saat kau putuskan untuk meminangku dengan meminta izin pada Ayahku, saat kau ikrakan ijab qobul dengan gemetar namun sakral, saat semua orang mendoakan kita di walimatul ursy,saat jemari kita saling bertaut hingga jantung ini serasa akan berhenti, aku merasakan semilir angin dari pintu surga yang Allah bukakan untukku. Alhamdulillah tak henti ku sebut dalam hatiku, surga itu mendatangkan kebahagiaan demi kebahagiaan yang tak dapat ku hitung seberapa besar dan seberapa banyak yang kita peroleh. Namun, acap kali kekesalan dalam diri kita menjadi aral dalam rumah tangga kita. Lisan yang terucap begitu saja, sikap yang tak pantas ditunjukkan, kebiasaan yang tak menyenangkan yang berujung pada penyesalan. Ah, terkadang kita ingin lari darinya dengan berjuta pengandaian yang tak mungin dapat terulang. Ternyata surga kita tak seindah yang kita bayangkan. ya, memang tak dapat dibayangkan, karena keindahannya jauh lebih indah dari yang dibayangkan. Kestiaanmu pada Allah, kesabaranmu, kasih sayangmu,pengertianmu, menjadi penghias surga kita dan menjadikannya begitu indah bagiku. Jazakumullah sayang

Di malam-malam lelapmu ku tatap wajahmu yang menenangkan, seketika kehusyuan datang dan kudoakan engkau dalam hatiku. Doa yang hanya diketahui hamba dan Tuhan-nya. Suamiku, surga kita tak selalu indah, karena surga tanpa cacat hanyalah Jannah-Nya. Suamiku, lahir batin aku mencintaimu, semoga surga kita dapat mengantarkan kita pada Jannah-Nya. suamiku ku ingin kau tetap memilihku bila nanti kita temukan surga yang baru dan kekal. Mungkin di surga baru nanti kau akan temukan banyak bidadari-bidadari surga yang memikat hatimu. Namun satu pintaku padamu dan pada Tuhanku, aku ingin tetap menjadi istrimu meski tak secantik bidadari surga-Nya. Aamiin.

                                                                                                                                            Sabtu, 6 Ramadhan 1437 H/ 11 Juni 2016

  • view 86