Kita

ningrum ning
Karya ningrum ning Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 September 2017
Kita

Kita...
Dua anak manusia yang di takdirkan berjumpa pada satu masa. Lantas kita tertawa bersama menyemai hari demi hari dengan kata. Kita, yang semula hanya dua orang asing yang tak mengenal satu sama lain. Acuh dan tak ada kepedulian sedikitpun. Bahkan aku tak tahu siapa namamu.

Lantas Tuhan mentakdirkan kita bercengkrama bersama waktu. Menghabiskan senja dan temaram dengan obrolan renyah tentang hidup dan waktu. Hingga waktu  pula yang menyatukan rasa itu.

Namun perjalanan kita penuh duri tajam. Begitu sering badai itu menghantam. Hingga terkadang membuat kita limbung sampai terjatuh, berdarah. Hujan pun mengguyur sudut hati yang mencoba terus bertahan. Lantas kita menikmati kerasnya hati dan memberi kenyang pada ego masing-masing. Kita tersungkur...
Belum lagi manusia-manusia terlalu peduli dengan cerita kita. Hingga tanpa sadar mereka melukai dengan begitu kejam.
Hati kita lebam....

Kita...
Dua manusia biasa yang terlalu banyak cerita dari sekumpulan manusia yang tak rela atas kebersamaan ini. Hingga kau membuat cerita baru penuh dengan api yang tak kau sadari itu akan membakarmu sendiri. 

Kita...
Bukan lagi manusia penuh kasih. Amarah menguasai, keegoisan menghabisi hati, lantas kita kalah dari manusia-manusia yang mengharapkan kita saling pergi. Kau bunuh hati yang tulus memberikan hatinya yang utuh, kau hancurkan kepercayaan yang terjaga. Hati perempuan memang seperti kaca. Namun, Tuhan menjadikannya kuat tanpa kau duga.

Memilih untuk tetap berjalan di sisimu. Ada dalam setiap kondisimu. Namun, kerasnya hati dan kegilaanmu menghasilkan luka yang penuh perjuangan untuk di obati. Kau tak pernah tau bagaimana perjuangan membuat hati itu baik-baik saja. Tapi, kau tusukkan belati lagi di hatinya... hingga ulu hati.

Dan waktu... seketika berhenti.
Gerimis dalam purnama menyelimutimu di satu waktu. Kau gusar, sesal... lantas diam.

Kita...
Dua anak manusia yang terdiam. Hati kita sama-sama lebam dan buntu...
Hanya Tuhan yang mampu menolong. Kita hanya mampu meminta padaNya... apapun itu....
Entahlah....


~Bandung, 25 September 2017

  • view 35