Jangan Selalu Salahkan Guru

ningrum ning
Karya ningrum ning Kategori Lainnya
dipublikasikan 23 Mei 2016
Jangan Selalu Salahkan Guru

"Guru itu tak hanya mengajar tapi juga mendidik. Mengajar itu hanya pakai ilmu saja tapi mendidik itu pake hati juga".

Nasehat itu masih terngiang jelas dalam ingatanku. Bapak menasehatiku tatkala pertama kali menemuinya di kampus tempat beliau mengajar. Dan beberapa waktu ini hati sungguh sangat terusik dengan segala pemberitaan perihal guru yang menjadi objek pemberitaan. Tingkah polah anak-anak sekolah jaman sekarang yang sungguh memprihatinkan. Belum lagi kasus-kasus kriminal yang bersliweran dan itu di lakukan oleh anak-anak yang masih remaja. Satu sama lain saling menyalahkan, dan guru pun di sebut-sebut juga.

Kasus guru di laporkan orang tua karena mencubit muridnya hingga pencabulan yang di lakukan seorang guru kepada muridnya. Dua kasus yang membuat kita bernafas panjang. Belum lagi tingkah polah anak-anak dalam merayakan kelulusannya dengan mencoret-coret baju seragamnya, konvoi keliling yang mengganggu jalan, free sex, anak-anak yang menginjak remaja dengan penampilan melambai. Allah, ada apa dengan anak-anak ini?. Di manakah orang tua yang menjadi tempat belajar pertama mereka dan menjadi rumah tempat mereka pulang, pendidik pertama sebelum guru. Namun lagi dan lagi guru di sebut-sebut sebagai seorang yang memiliki andil atas didikan seperti itu. Berapa persen sih guru berinteraksi dengan murid?. Dalam 24 jam , rata-rata anak berada di lingkungan sekolah itu hanya 7-8 jam, selebihnya mereka berada dalam pengawasan dan tanggung jawab orang tua. Jadi alangkah tidak adilnya jika guru menjadi satu-satunya yang di persalahkan atas akhlak anak-anak tersebut.

Orang tua adalah madrasah pertama seorang anak. Andil orang tua lebih besar dari pada seorang guru. Guru memberi tauladan yang baik, mengajarkan pelajaran, ilmu yang sudah di atur dalam kurikulum dan juga mendidik semampunya. Ironisnya, beberapa gambar yang beredar di sosial media maupun paltform berita, yang nampak rata-rata adalah anak-anak dari sekolah negri, walau ada juga yang dari sekolah swasta. Mencubit, memukul memang tidak dianjurkan dalam mendidik anak, bahkan oleh orang tua sekalipun.

Tugas dan tanggung jawab orang tua di era informasi yang begitu mudah di dapatkan saat ini sangat besar. Tantangan yang mengharuskan para orang tua untuk berhati-hati dan harus memiliki ilmu dalam mendidik anak, itu sangat di butuhkan. Internet yang dengan begitu gampangnya di akses. Jangan sampai orang tua menjadi manusia yang sibuk mengumpulkan pundi-pundi materi namun anak terabaikan. Mendampingi anak dalam mengakses informasi dari internet maupun buku itu sangat penting. Membersamai mereka, menjadi kawan, sahabat dan orang yang membuat mereka selalu ingin pulang bersama Ayah dan Ibu. Rengkuh , rangkul, peluk dan limpahkan kasih sayang sehingga mereka tak mencari tempat lain untuk memenuhi asa itu. Genggam erat agama sebagai pegangan yang tak terlepaskan. Tetap menjadi orang tua yang bijak dan mampu bekerjasama dengan guru tanpa harus menyerahkan seluruh tanggung jawab dan didikan ke guru. Karena orang tua adalah guru yang sebenarnya.

 

  • view 203