Tentang Hidup

ningrum ning
Karya ningrum ning Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 April 2016
Tentang Hidup

Terkadang kita harus merasakan jatuh untuk bangkit dan menjadi kuat

Terkadang kita harus terisak untuk menjadi tegar

Terkadang kita tak sengaja melakukan kesalahan dan kekhilafan hingga kita menjadi bijak

Dan terkadang kita menemukan hal-hal yang tak sesuai dengan hati dan keinginan , semua itu untuk kita belajar berkompromi

 

Hidup ini penuh warna warni, dengan beragam cerita dan rasa. Seperti drama yang telah di sutaradarai oleh Sang Maha Pencipta. Setiap cerita ada penggalan episodenya. Terkadang kita harus merasakan jatuh, agar kita belajar bangkit sehingga kita menjadi kuat. Episode yang kita hadapi selalu berubah cerita. Adakalanya duri tajam menancap kaki kita dan angin besar menggoncangkan tubuh kita bahkan terkadang membuat diri terjatuh dan terpuruk. Namun Allah tak pernah diam, keyakinan kepada Allah yang membuat kita bangkit dan melanjutkan perjalanan walau penuh dengan perjuangan.

Setiap episode dipenuhi dengan beragam rasa. Tak selau tawa menghias wajah kita, namun terkadang air mata membasahi pipi hingga membuat kita terisak. Saat itu hanya tangan Allah yang tak pernah melepaskan genggamanNya. Mungkin Tuhan sedang cemburu karena terlalu sering kita mengabaikanNya. Pada akhirnya hanya dengan sujud dan menangis di hadapanNya mampu membuat hati kita tenang. Dengan air mata maka hati kita menjadi lembut dan mampu tegar menghadapi semuanya. Ketegaran tak selalu identik dengan tanpa air mata, karena justru air mata lah yang membuat kita merasakan hidup dengan hati yang masih berfungsi dengan baik.

Dan perjalanan hidup ini tak lepas dari salah serta khilaf, yang kita sengaja maupun tidak. Bukan berarti memaklumi setiap kesalahan karena kita manusia biasa. Namun Allah menyukai makhluk yang senantiasa memperbaiki diri dan mampu belajar dari kesalahan. Disitulah Allah mengajarkan kebijaksanaan yang berkaitan erat dengan kedewasaan seseorang. Dewasa tanpa memandang usia maupun starta sosial. Menjadi bijak itu perlu belajar, tak selalu dari buku yang dibaca maupun pengalaman pribadi, namun dari orang lain bahkan orang yang hanya kita jumpai di jalanan sekalipun. Bahkan ketika orang lain memandang secara subjektif apa yang kita lakukan dan karakter yang kita miliki. Tidak mudah menjadi bijak namun pasti akan ada episodenya belajar untuk bijak.

Dari terjatuh, tumpah hingga terisak, kesalahan dan hal-hal yang tak sesuai dengan harapan serta keinginan sehingga menjadikan kita pribadi yang lebih kuat, tegar , mampu belajar untuk dewasa serta bijaksana, semua itu tak lepas dari pilihan kita untuk berkompromi dengan semuanya. Segala hal yang tidak sesuai kenyataan dan harapan kita. Namun yang pasti, dari semua itu membuat kita menjadi manusia yang mampu memanusiakan manusia, manusia yang memiliki hati dan rasa, dengan akal yang kita gunakan dengan semestinya. Allah tak pernah sia-sia menciptakan segala kondisi dan perasaan.

"Maka nikmat Allah mana lagi yang akan kamu dustakan"

 

 

 

 

 

 

  • view 123