Kisah Remaja Pemberontak

Niken Prahastiwi
Karya Niken Prahastiwi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Mei 2017
Kisah Remaja Pemberontak

The Catcher in the Rye - Banyak orang yang tidak menyukai novel setebal 295 halaman ini, terutama karena hampir tiap halaman dipenuhi dengan kata tak senonoh seperti, bangs*t, baj*ngan, tol*l dan lain sebagainya. Bahkan kabar dari banyak tulisan di internet, beberapa tempat di Amerika melarang buku ini untuk beredar. Walaupun begitu, buku tahun 50-an ini masuk dalam jajaran seratus novel terbaik sepanjang masa.

Berkisah tentang seorang remaja bernama Holden Holden Caulfield yang dikeluarkan dari sekolahnya, Pencey Prep, karena tidak lulus beberapa mata pelajaran. Sebenarnya, ia masih memiliki waktu tiga hari di asrama. Namun ia lebih memilih kabur karena muak dengan kondisi asrama lantaran teman sekamarnya mengencani gadis yang disukainya di masa kecil. Ia merasa asrama adalah tempat dimana sederetan pecundang yang serba munafik singgah. Holden kabur tanpa niat ingin pulang kerumah karena tak tahu apa yang akan ia sampaikan kepada orang tuanya nanti. Mengunakan sudut pandang Holden sebagai orang pertama tunggal, kita akan melihat lingkungan sosial dari kacamata seorang remaja pemberontak yang bermasalah dengan lingkungan sosial dan kepribadiannya. Holden juga menilai lingkungan dewasa penuh dengan kepalsuan.

Setting waktu dalam novel ini hanya selama tiga hari. Petualangan Holden tiga hari tersebut akan membuat pembaca mengenali karakter Holden lebih dalam sebagai seorang pecundang yang membenci dunia dengan segala hal didalamnya. Ia memilih menghabiskan uang pemberian neneknya dengan menginap di holtel, merokok, mabuk-mabukan bahkan menyewa pelacur di kamar hotelnya.

Novel ini sangat monoton karena tidak ada konflik di dalamnya, kecuali konflik internel dalam diri Holden itu sendiri. Holden tidak memiliki tujuan yang jelas terlebih ketika ia mulai kehabisan uang pemberian neneknya. Satu-satunya yang menjadi tujuan Holden dalam cerita ini, bahwa ia ingin sekali menemui adik perempuan yang sangat ia sayangi bernama Phoebe. Lalu kemudian pergi jauh entah kemana.

Karakter Holden yang kontradiktif sering kali membuat kita sebagai pembaca merasa kesal sekaligus kasihan kepadanya. Dan karakter semacam inilah yang rupanya sangat memengaruhi kejiwaan segelintir pembaca kisahnya. Mark David Chapman membawa The Catcher in the Rye saat ia menembak mati John Lennon, mantan personil The Beatles (8 Desember 1980). Robert John Bardo membawa The Catcher in the Rye ketika menembak mati aktris Rebecca Schaeffer (18 Juli 1989). Sejak diterbitkan pada tahun 1951, novel ini memang telah mengundang kontroversi dan pernah dilarang di SMA dan perpustakaan Amerika Serikat. Meskipun demikian, novel ini dimasukkan ke dalam daftar 100 novel berbahasa Inggris terbaik yang ditulis sejak 1923 versi majalah Time (2005) dan 1 dari 100 novel berbahasa Inggris terbaik abad 20 versi Modern Library. Cerita tentang pembunuhan akibat novel ini mudah sekali ditemukan dari beberapa sumber di internet karna novel ini sangat fenomenal dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Judul: The Catcher In The Rye
Judul Asli: The Catcher In The Rye
Pengarang: J.D. Salinger
Penerbit: Banana Publishing
Tahun: 2016 (cetakan ke-4)
ISBN: 979-99986-0-3
Jumlah Halaman: 295 halaman
Penerbitan Perdana: 1951
Literary Awards: National Book Award Nominee for Fiction (1952), Teen Read Award Nominee for Best All-Time-Fave (2010)

  • view 221