Wanita Kopi Malam

Niken Prahastiwi
Karya Niken Prahastiwi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 November 2016
Wanita Kopi Malam

Selalu aku jelajahi malam tanpa kesibukan pasti. pada ruangan persegi berukuran sekitar 3x3m, aku duduk di pojok ruang menghadap komputer. tak ada harap dan tujuan yang tertempel pada layar komputer, atau asa yang mengepul lewat asap kopi disebelahnya. Kecuali kalau saja aktivitas malamku dapat menghilangkan penat, aku ingin kopiku tetap hangat, hingga pada titik waktu absurd antara malam dan pagi, sebelum aku beranjak menjemput mimpi.

"'Selalu aku jelajahi malam tanpa kesibukan pasti".  Walau yang sebenarnya, aku tak pernah menjelajah malam. Hanya saja ketika earphoneku berbisik lewat lirik, dan kopiku bercerita tentang filosofi-filosofinya, Seolah aku sedang jauh berkelana. Barangkali menuju masa lalu, atau mencari jalan pintas menjauhinya.

Hingga akhirnya kujumpai titik jenuh paling akut, aku tersadar, si kafein telah meninggalkan wadahnya. Mungkin sejak dua-tiga jam lalu sebelum ia kehilangan derajat celciusnya. Namun bukan berarti aku tak dapat berkelana lagi. Di sisa-sisa malam aku bertanya pada cangkir ketika ia sedang berciuman pada seekor semut. Tentang mengapa kopi itu benar-benar nikmat, hanya ketika malam hari? Namun ia berdiam sangat lama, acuh, tak menghiraukan. Mungkin aku kurang sopan.