Surat untuk Kekasih Tentang PKI

Nunu Azizah
Karya Nunu Azizah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 September 2017
Surat untuk Kekasih Tentang PKI

Besok sepertinya bakal ada demo lagi, membela ormas agama dan menolak PKI katanya. Kita belum lahir waktu gonjang ganjing PKI dulu. PKI yang Partai Komunis Indonesia itu. Ya, yang waktu Orde Baru dibikin dan diwajibkan ditonton filmnya, sempat dilarang lama eh sekarang ramai diputar lagi. Biar paham sejarah katanya, entah sejarah yang versi siapa.

Terus komunisme itu apa sih ya? Setahuku yang cetek ilmu ini ya salah satu paham atau aliran yang ada di dunia menambah -isme lainnya. Lebih lengkapnya cari di buku saja, jangan sembarang googling nanti takutnya ketemunya hoax. Eh tapi kamu kan pinter ya pasti bisa menyaring informasi. Boleh deh cari di Mbah Google. Tapi aku cariin aja buat kamu.

Nih komunisme kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paham atau ideologi (dalam bidang politik) yang menganut ajaran Karl Marx dan Fredrich Engels, yang hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negara. Bagus ya kalau niat pendirinya tapi ya penyelewengan oknum-oknum rupanya menghancurkan niat awal paham yang satu ini. Satu contoh nyata komunisme yang kemudian bisa aku pahami langung ya dari sebuah novel, tentang kisah nyata dari saksi hidup kekelaman negeri Kamboja pada suatu masa. Pin Yathay mengungkapkan bagaimana waktu itu Khmer Merah memporak-porandakan salah satu negara ASEAN itu. Kamu coba deh baca juga.

Kamu di mana sih sekarang? Semoga selalu aman dan jangan sampai tahu-tahu dicap keturunan PKI. Bahaya. Stigma itu masih hidup ternyata, stigma yang mematikan kesempatan orang untuk mungkin bisa hidup lebih baik. Padahal bukankah tidak adil kalau seseorang dihakimi oleh kesalahan orang-orang terdahulunya?

Kamu di mana sih sekarang (2)? Belakangan banyak orang-orang mengaku suci muncul tapi senangnya teriak benci. Kamu kenal mereka? Aku enggak mau kenal ah. Kalau kamu aku tahu tak pernah mengaku suci dan teriak benci, makanya aku rindu.

Partai Komunisme Indonesia yang mereka ributkan melulu, dituding bangkit lagi di sana dan sini. Mengapa tak bikin tandingan saja PKI yang baru ya? Biar lebih solutif dan kreatif gitu. Partai Kekasih Indonesia misalnya. Bukan, bukan untuk jomblo semata atau buat yang mau pacaran melulu. Tetapi biar kita bisa bareng-bareng lagi berkasih-kasihan sebagai anak bangsa, sesama anak manusia. Cinta itu kan luas seluas kehidupan bukan asmara saja. Meskipun ya, aku memang mengasmaraimu. Siapa tahu saja Partai Kekasih Indonesia ini nantinya mempertemukan kita lagi ya.

Biar ada PKI yang ngademin gitu loh akhirnya. Udah gitu aja deh surat entah apa ini. Semoga kamu baca walau entah di mana ya, kekasihku.

  • view 66