Hari Kunjung Perpustakaan Nasional 2017, Gedung Baru Perpusnas & Pajak Penulis

Nunu Azizah
Karya Nunu Azizah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 September 2017
Hari Kunjung Perpustakaan Nasional 2017, Gedung Baru Perpusnas & Pajak Penulis

14 September ternyata adalah Hari Kunjung Perpustakaan Nasional. Perpustakaan Nasional turut berbenah diri menyambutnya. Hari ini, disaksikan Presiden Joko Widodo perpusnas meresmikan gedung barunya. Dikutip dari Kompas (14/9), pembangunan gedung yang diklaim sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia ini diharapkan juga mampu meninggikan minat baca masyarakat Indonesia.

Sebelumnya tepat pada 8 September, dunia memeringati Hari Aksara Internasional. Indonesia disebut sudah cukup mampu mengatasi masalah buta aksara meski jelas masih panjang perjalanan terkait pekerjaan rumah tersebut.

Banyak orang Indonesia melihat bangsanya sendiri sebagai pemalas dalam hal membaca buku. Melek aksara saja tentu dirasa tidak ada gunanya kalau tidak lahap membaca buku-buku. Anak Sekolah Dasar juga bisa kalau cuma mengenal huruf-huruf. Dan ingat, membaca berbeda dengan mengeja. Jadi mungkin selama ini kebanyakan kita merasa cukup bangga hanya karena pandai mengeja bukannya membaca.

Tapi apa iya murni karena malas? Terlepas dari budaya orang kita yang disebut lebih suka nongkrong dan ngobrol, terlepas pula dari lebih sibuknya generasi muda kita eksis di media sosialnya, bukankah memang masih banyak yang harus berjuang cari uang agar tak kelaparan dan bisa bayar sewa rumah kontrakan? Dan bukan hanya calon pembaca bahkan penulis pun ternyata masih butuh materi, masih manusia.

Tere Liye lewat pengumuman mundurnya dari dunia perbukuan beberapa waktu lalu menggugat pajak profesi penulis yang dianggapnya tidak manusiawi. Itu sekelas dia yang seorang akuntan dan penulis laris. Bagaimana dengan penulis lain, penulis genre sastra yang tidak punya basis penggemar membludak seperti dirinya? Bagaimana dengan penulis pemula yang masih ragu akan adakah yang akan membeli bukunya nanti?

Berkarya, dalam hal ini menulis, bagi penulis yang sudah profesional atau masih pemula memang tentang pengabdian pada zaman juga kemanusiaan, tapi hendaknya jangan dilupakan mereka juga butuh makan.

Penulis di negara ini akankah nasibnya berdebu seperti perpustakaan nasional yang lama? Dan polemik pajak penulis yang akhirnya kemarin mempertemukan Menteri Keuangan, Kepala Bekraf, dan para penulis juga seniman dalam dialog perpajakan bertajuk “Perlakuan Pajak bagi Penulis dan Pekerja Seni lainnya” akankah megubah perhatian negara ini terhadap profesi yang sebenarnya berperan mencerdaskan bangsa itu?

Semoga ada harapan cerah bagi dunia literasi negeri ini.

https://newstoday.id/hari-kunjung-perpustakaan-nasional-2017-gedung-baru-perpusnas-dan-polemik-pajak-penulis/

  • view 46