Jangan Tenggelamkan Budaya Maritim Nusantara!

Nunu Azizah
Karya Nunu Azizah Kategori Budaya
dipublikasikan 22 Agustus 2017
Jangan Tenggelamkan Budaya Maritim Nusantara!

Indonesia adalah negara maritim. Entah mengapa kebanyakan kita melupakannya dan justru mengingat bahwa Indonesia hanya negara agraris. Padahal yang sebenarnya luas lautan kita saja jauh lebih besar daripada daratan. Sentralisasi Pulau Jawa yang dominan atas hasil pertanian nampaknya turut berperan hingga makin inferiornya budaya maritim nusantara di daerah-daerah lain yang identik dengan kehidupan laut.

 Hal tersebut juga turut dipengaruhi gaya hidup modern yang makin menjauhkan manusia dari banyak perihal berbau kelautan. Anak-anak mulai asing dengan profesi nelayan yang hanya sesekali mereka dapati dari buku teks sekolah. Media dan masyarakat daratan memang tidak membahasnya selain cerita-cerita menyedihkan kaum nelayan yang makin terjepit di era ini. Namun, merebaknya tren pariwisata yang banyak ditularkan para pemuda kita bersamaan dengan meriahnya dunia internet boleh saja kita acungi jempol, selama apa yang mereka bahas kemudian berupa informasi dan kebanggaan tentang negerinya dan bukan hanya ajang pamer dan vandalisme. Meski mereka memang belum membuat panorama Jembatan Ampera atau pelabuhan-pelabuhan daerah sepopuler Gunung Bromo atau Semeru, setidaknya ada yang bisa diharapkan perkembangannya dari geliat yang tampak positif ini. Populernya olahraga air seperti snorkeling dan diving kini juga bisa menjadi angin segar bagi pariwisata bahari kita.

Melibatkan para pemuda untuk kembali menjayakan budaya yang seharusnya lekat tentu tidak akan pernah salah. Indonesia memiliki jumlah pemuda yang luar biasa banyak dan luar biasa kreatif. Sebenarnya hanya perlu bimbingan/pengarahan lebih, kepercayaan, dan kesempatan untuk mengembangkan diri agar lebih bisa percaya diri pada diri dan bangsa ini. Sudah waktunya para pemuda mulai diserahi tanggung jawab sedari sekarang untuk berpikir dan bertindak sebisana, sesuai minat dan kemampuan masing-masing untuk turut memberdayakan segala kekayaan yang kita punya, termasuk kekayaan alam laut milik sendiri.

Sebanyak mungkin kalangan bangsa Indonesia sangat sangat sangat perlu lagi belajar mengenai kebudayaan maritimnya. Tidak cukup hanya melihat dan mendengar cerita dan berita, tetapi harus pula menjumpai keadaan dan kehidupan maritim secara langsung. Sebanyak apa pun kapal ilegal yang telah dan akan ditenggelamkan Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan kita itu tidak akan pernah cukup untuk menjayakan kembali kemegahan budaya maritim kita kecuali jika semua mau ‘berenang’ berperan sesuai kemampuan yang maksimal agar budaya maritim nusantara tiada pernah akan tenggelam.

  • view 24