Dear BabahNad

Nhiar Damis
Karya Nhiar Damis Kategori Renungan
dipublikasikan 05 September 2017
Dear BabahNad

JIKA AKU BELUM BAIK,  MAKA DIDIKLAH AKU MENJADI BAIK, BUKAN MALAH MENINGGALKANKU DAN MENCARI YANG LEBIH BAIK. MAAF CAPSLOCKNYA RUSAK WAKTU NULIS KUTIPAN INI ????????????
.
Karena belum tentu nanti kau akan dapat yg terbaik. Jika ujian itu menghampiri kita, maka kuatkanlah pondasinya, jika aku tak lagi terlihat menarik dimatamu maka carilah kebaikan-kebaikanku. Dan jika mungkin kau sudah tidak bisa lagi melihat kebaikanku, maka lihatlah wajah-wajah polos nan lucu dari buah hati kita. Buah hati yang hadir karena indahnya cinta kita. Jangan biarkan hati mereka hancur atau bahkan kehidupan yang mereka lalui akan seperti berjalan di atas tumpukan pecahan kaca. Dan lukanya akan selalu membekas dihati mereka. 
.
Aku tidak sempurna, begitu juga denganmu. Itu sebabnya kita dipasangkan untuk saling menyempurnakan. Badai pasti datang, ujian pun pasti menghampiri, semoga kekuatan genggaman tangan kita tak akan pernah terlepas. 
.
Aku sudah terlalu banyak menyaksikan betapa rumput tetangga pasti selalu lebih indah dibandingkan rumput sendiri dan filosofi itu akan selalu ada sampai kita menutup mata kita, sampai kita tak lagi bernafas, sampai denyut jantung kita tak akan lagi berdetak. Maka kembalilah pada sang penguasa hati. Mintalah padaNya agar hati kita selalu dikuatkan. Agar hati kita selalu ada dijalan yang benar.  Dijalan yang selalu Dia ridhoi. 
.
Kau sudah paham, tak akan ada yang bisa mendustai insting seorang istri. Dan kau pun sudah mengerti bahwa kebohongan tidak dapat bertahan selamanya. Ada sang maha tahu, yang selalu punya cara untuk memperlihatkan kebenarannya. 
.
Suatu hari nanti, entah itu kapan, saat kita mungkin diberi ujian olehNya, ujian yang mungkin akan menaikkan derajat kita dimataNya, aku berharap semoga pondasi kita semakin kuat dan genggaman tangan kita pun semakin erat. 
.
Ingatlah. Ingatlah selalu bahwa selalu ada yang mencatat amal baik dan burukmu. Ingatlah selalu bahwa selalu ada yang melihat setiap perbuatanmu. Dan ingatlah selalu bahwa dunia ini hanya sebatas persinggahan yang sementara. Kelak semua akan dimintai pertanggungjawabannya. 
.
Satu hal yang harus kau pahami lagi sayang. Kau harus paham bahwa ada hukum tanam tuai, apa yang kau tanam maka itupun yang akan kau tuai. Jadi semua tergantung pada pilihanmu. 
.
Dan catatan pendek ini semoga bisa selalu menjadi pengingat kita, yang akan semakin mengokohkan rumah tangga kita, rumah yang kita bangun dengan cintaNya. Rumah yang selalu menjadi tempat paling nyaman untuk kita kembali. 
.
Tertanda, 
Wanitamu yang berjilab kuning ????????????
Nhiar Damis [MamaNad]

  • view 85