Polres Belu mengungkap kasus dugaan Pembunuhan di Betun.

Brita  Akurat
Karya Brita  Akurat Kategori Lainnya
dipublikasikan 02 Desember 2017
Polres Belu mengungkap kasus dugaan Pembunuhan di Betun.

Polres Belu mengungkap kasus dugaan Pembunuhan di Betun.

" Pembunuhan terhadap Vincentius Bau di Dusun Brama-Desa Umakatahan-Kecamatan Malaka Tengah-Kabupaten Malaka,Jumat dini hari, (1/12) patut diapresiasi. Dalam hitungan jam Jajaran kepolisian Resort Belu berhasil mengamankan tiga belas dari 17 pemuda yang diduga kuat hadir dan terlibat dalam pesta miras dan pengeroyokan sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Setelah dilakukan pemeriksaan awal di Mapolsek Betun ke 13 pemuda itu langsung diangkut ke Mapolres Belu guna pemeriksaan lebih intensif. Ketiga belas pemuda itu masih berstatus saksi tetapi dari keterangan sementara yang dihimpun sudah mengarah kepada calon tersangka. Jumlah diatas masih bisa bertambah tergantung hasil pemeriksaan saksi. Hal itu disampaikan Kasatserse Polres Belu, IPTU Jemy Oktovianus Noke kepada wartawan di Betun, Jumat (1/12).

"Jemi mengatakan penangkapan terhadap ke 13 pemuda itu berjalan lancar dan sukses berkat kecepatan petugas bekerja di lapangan.

“Ke 13 pemuda itu ditangkap di daerah Lotas -Kecamatan Rinhat berkat kejelian petugas Kepolisian. Petugas kita saat itu mencium keberadaan mereka dan langsung menuju sasaran. Kita bersyukur karena petugas kita bisa meyakinkan para pemuda secara persuasif sehingga saat diangkut ke Betun tanpa perlawanan kepada petugas”

” Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui ada 18 orang yang diduga kuat hadir dalam pesta miras malam kemarin. Kita baru amankan 13 pemuda dan sisanya masih dalam pengejaran polisi”

“Kita sudah melakukan pendekatan kepada pihak keluarga agar bisa menyerahkan secara baik-baik kelima pemuda lainnya kepada polisi guna dilakukan pemeriksaan sebagai saksi”

” Kita sudah kantongi semua nama mereka dan kita harapkan keluarga dan lima pemuda yang belum hadir supaya segera melaporkan diri kepada Polisi. Kita harapkan pihak keluarga bisa menyerahkan anak-anak itu kepada polisi sehingga memudahkan pengungkapan kasus itu”

“Kasus ini sesuai perintah Kapolres Belu diambil alih dan ditangani di Belu sehingga bisa berjalan cepat dan lancar mengingat penyidik di Mapolsek Betun cukup terbatas sementara saksi yang diperiksa cukup banyak”

“Status ke 13 pemuda yang dibawa ke Atambua masih sebagai saksi. Kita akan periksa semua saksi yang ada guna menetapkan tersangka.”

“Kita himbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malaka,khususnya di Kecamatan Malaka Tengah agar tetap tenang dan mempercayakan penanganannya kepada pihak kepolisian. Tolong jaga situasi kantibmas di Malaka Tengah agar tetap kondusif. Pihak kepolisian tetap berupaya mengungkap kasus ini hingga tuntas.(es)

  • view 509